Pemprov DKI Hapus Program Kerja Pembangunan RPTRA Milik Ahok

Segala sesuatu yang menyangkut RPTRA lenyap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2019.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
TribunJakarta/Novian Ardiansyah
RPTRA Kalijodo 

Laporan wartawan Warta Kota Dwi Rizki

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Program mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihapus oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pada era kepemimpinan Anies-Sandi mencoret pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) dari program kerja.

Segala sesuatu yang menyangkut RPTRA lenyap dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2019.

Baca: Begini Kondisi Driver Taksi Online Saat Ditemukan Tewas di Gunung Bunder Bogor

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Agustino Darmawan, mengatakan penghapusan RPTRA bukan tidak masuk dalam prioritas kerja, tetapi karena jumlah RPTRA yang kini terbangun dinilai telah ideal.

"Sudah ideal, sudah lewatin target. Yang penting itu sudah tercapai rasionya dan sudah pasti merata karena (tersebar) di semua wilayah. Kalau di sini nggak punya, tapi sebelahnya punya, kan tinggal gabung saja," jelasnya kepada wartawan usai rapat dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (5/3/2018).

Tapi Agustino menekankan pembangunan masih bisa berlanjut selama tak menggunakan APBD DKI atau lewat progam Corporate Social Responsibility (CSR) pihak swasta.

Baca: Driver Taksi Online Tewas di Gunung Bunder, Keluarga Mengaku Tak Ada Firasat

"Kalau ada (CSR) silakan, kita terbuka," imbuhnya menutup.

Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, mengaku berharap agar pembangunan ruang interaksi warga itu dapat kembali dilanjutkan.

Menurut Sandi keberadaan RPTRA sangat penting dan menjadi prioritas pembangunan Ibukota.

"Mestinya diterusin ya, jika diperlukan sama warga, nanti saya akan cek teknisnya. Tapi kebijakan kita sama pak Anies, bahwa ruang terbuka ramah anak ini sangat-sangat diperlukan oleh warga masyarakat, jadi nanti kita coba lihat kalau tahun ini (2018) misalnya sudah selesai programnya, nanti kita lihat pengembangan yang lain untuk memastikan adanya ruang terbuka yang diperlukan masyarakat ramah anak," ungkap Sandi, beberapa waktu lalu.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved