Dugaan Penyalahgunaan NIK dan KK, Menkominfo : Itu Bukan Kebocoran Data

Dilansir dari berbagai sumber, kabaranya sudah 320 juta nomor kartu yang tercatat sudah melakukan registrasi ulang kartu prabayarnya.

Dugaan Penyalahgunaan NIK dan KK, Menkominfo : Itu Bukan Kebocoran Data
Grid.id
Ilustrasi Kartu Prabayar 

TRIBUNJAKARTA.COM - Registrasi kartu SIM prabayar yang berakhir pada 28 Februari 2018 lalu, Kini menjadi perbincangan lagi.

Pasalnya, pengguna kartu prabayar harus mendaftarkan nomornya untuk menghindari pemblokiran secara bertahap pada kartu prabayar miliknya.

Sebelum melakukan registrasi, pengguna harus menyiapkan Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependuduk (NIK).

Sebab nomor yang tertera pada kedua identitas tersebut akan diminta dalam proses registrasi.

Baca: Jika Tak Bekerja sebagai Pemain Bola atau Pelatih, Legenda Liverpool Ini akan Buka Bar di Indonesia

Dilansir dari berbagai sumber, kabaranya sudah 320 juta nomor kartu yang tercatat sudah melakukan registrasi ulang kartu prabayarnya.

Namun kabaranya, terjadi penyalahgunaan data NIK dan Kartu Keluarga dalam registrasi prabayar.

Hal ini menjadi perhatian publik serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi I untuk memanggil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menjelaskan kebijakan mengenai kewajiban registrasi kartu seluler yang menyertakan NIK dan KK.

“Pimpinan DPR akan meminta komisi terkait untuk memanggil Kemenkominfo untuk menjelaskan secara tuntas mengenai hal itu,” ujar Bamsoet saat di lobby Nusantara III, Komplek Senayan, Jakarta, Selasa (06/3/2018).

Halaman
12
Penulis: Ilusi Insiroh
Editor: Ilusi Insiroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved