Konsumen Masih Takut Konsumsi Melon Kuning

"Loh ada isu itu, saya baru tau ini, gak jadi beli deh takutnya gak laku. Nanti saya bingung jawabnya kalo ditanya pembeli," ujarnya.

Penulis: Ikhsan abrianto | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ikhsan Abrianto
Penjual Melon di Pasar Induk Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ikhsan Abrianto

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI- Konsumen masih ragu dan takut untuk mengonsumsi buah melon kuning yang dikabarkan menyimpan bakteri yang berbahaya.

Pantauan TribunJakarta.com, Senin (12/3/2018), masih ada pembeli buah tersebut yang tidak mengetahui isu adanya bakteri di dalam melon tersebut.

Baca: Letkol Jhon Mandagi Pilih Jadi Driver Gojek Usai Pensiun, Simak Pengakuannya

Saat mengetahui hal itu, Sulis (40) yang merupakan pedagang buah pinggir jalan langsung membatalkan pembeliannya.

"Loh ada isu itu, saya baru tau ini, gak jadi beli deh takutnya gak laku. Nanti saya bingung jawabnya kalo ditanya pembeli," ujarnya.

Hotel-hotel di Jakarta juga menolak untuk membeli buah tersebut karena tidak mau mengambil resiko bahaya.

Baca: Punya Utang, Begini Cara JK Ingatkan Anies Baswedan

"Ini hotel-hotel udah gak mau beli atau dikirim melon kuning lagi takut mereka," Ujar Achmad pedagang buah melon kuning.

Margono yang merupakan seorang pedagang buat potong juga menerangkan banyak warga Jakarta yang masih ragu untuk memakan buah tersebut.

"Waktu dagang biasanya orang kantoran kalo udah liat melon kuning gitu langsung gak mau dianya, maunya yang biasa," Ujarnya.

Sebelumnya terdengar kabar bahwa dalam melon kuning terkandung bakteri berbahaya bernama Listeria Monocytogenes yang menyebabkan kekebalan tubuh menurun.

Baca: Di Depan Umat Hindu, Anies Baswedan Ceritakan Mengenai Subak Jadi Studi Kasus Saat Kuliah di AS

Empat warga Australia dikabarkan meninggal karena mengkonsumsi buah tersebut.

Namun, Pedangan di Pasar Induk Kramat Jati meyakinkan bahwa yang berbahaya adalah melon kuning import bukan Melon kuning lokal dan amannya melon tersebut untuk dikonsumsi dibuktikan dengan memakan melon tersebut.

Caption : Penjual Melon di Pasar Induk Kramat Jati, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018).

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved