Shelter Ojek Daring Sekitar Stasiun Depok Baru Tak Dibantu Perusahaan
Pengemudi ojek daring bersama warga di sekitar Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, swadaya membangun shelter ojek online atau Stadebar.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - Pengemudi ojek daring bersama warga di sekitar Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, swadaya membangun shelter ojek online atau Stadebar.
Pembangunan shelter ini membutuhkan waktu tiga bulan dan baru diresmikan pada 21 Februari 2018 lalu.
Hal tersebut disampaikan Irwan, ketua sekaligus penanggungjawab Stadebar yang dijumpai TribunJakarta.com pada Kamis (15/3/2018).
"Kalau pembangunanya tiga bulan sih kurang lebih. Terus kalau diresmiinnya tanggal 21 bulan kemarin," ujar Irwan.
Biaya pembangunan Stadebar berasal dari swadaya para pengemudi ojek daring.
"Kita ngebangun ini patungan. Satu orang kita minta Rp 20 ribu. Dan yang ngebangun itu masyarakat sini," dia menambahkan.
Apakah ada kontrubusi yang diberikan perusahaan mitra pada saat pembangunan, Irwan menjawab tidak.
"Enggak ada, sepeserpun enggak ada," ungkap dia.
Ia bersama rekan-rekan sesama pengemudi ojek daring terus mencari cara untuk mengelola shelter tersebut.
"Kalau dibilang mitra, kan kita mitra. Walau begitu kita punya insiatif sendiri mencari cara mengelolanya," ujar Irwan.
Pengemudi ojek yang berada di sini adalah gabungan dari pengemudi Gojek, Grab, dan Uber.