Warga Jadi Takut Karena Dengar Suara Tangisan Anak Kecil dari Warung Tempat Dibunuh
"Kalau sudah malam suka ada suara anak kecil dari dalam toko," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Andy Sudarmanto (26) seorang warga Jalan Lewa, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur mengatakan tangisan anak kecil terkadang terdengar dari dalam warung yang menjadi lokasi pembunuhan seorang anak berusia lima tahun.
"Kalau sudah malam suka ada suara anak kecil dari dalam toko," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com, Sabtu (17/3/2018).
Baca: Ini Dia, Para Bule Pelaku Skimming ATM di Indonesia
Sejak peristiwa pembunuhan terjadi hingga kini warung tersebut belum pernah dibuka dan dibersihkan.
Dari pantauan TribunJakarta.com, meskipun garis polisi yang berada di depan toko sudah mulai kendor, tetapi warung tersebut terlihat masih tertutup rapat.
"Setiap malam warga takut kalau lewat di depan warung itu" tambahnya.
Baca: Digigit Ular Kobra 8 Kali dan Pernah Koma 2 Hari, Petugas Damkar Ini Akhirnya Tewas
Ia juga menjelaskan sampai saat ini, Masniya (40) seorang korban selamat belum pernah kembali lagi ke warung tersebut.
Dari penelusuran TribunJakarta.com diketahui Masniya (40) saat ini sudah kembali ke kampung halamannya di Madura.
"Korban selamat dan jenazah anaknya langsung dibawa ke Madura setelah kejadian itu (pembunuhan)," kata Suparno (48), Ketua RT 03 RW 10.
Suparno juga menjelaskan saat ini garis polisi belum dilepas karena pihak yang berwenang belum melakukan reka ulang kejadian.
Baca: Pembobol Nasabah Bank BRI Berikan 5 Pertanyaan Kepada Calon Korban, Jawabannya Ya atau Tidak
"Sampai sekarang belum ada reka ulang kejadian, minggu lalu saya hubungi pihak Polsek (Pasar Rebo) katanya menunggu keputusan Polres Jakarta Timur," terangnya.
Sebelumnya, terjadi pencurian disertai pembunuhan di Jalan Lewa VI, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada hari Minggu (11/2/2018) dinihari.
Korban meninggal adalah anak berisa lima tahun berinisial F, sedangkan sang ibu, Masniya (40) mengalami luka parah di bagian kepala akibat dilempar tabung gas 3 Kg oleh pelaku.
Sekira seminggu setelah kejadian, pihak Polres Jakarta Timur berhasil melumpuhkan pelaku di tempat persembunyiannya di daerah Cianjur.