Perjuangkan Hak, Indra Alam Dkk Rela Berhari-hari Berada di Depan Gedung DPR
Dimana aksi ini dilakukan selama enam hari dengan bertahan di depan Gedung DPR RI sejak hari Rabu pekan yang lalu
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sekelompok massa dari Serikat Pekerja Kertas Nusantara (SPKN) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.
Dimana aksi ini dilakukan selama enam hari dengan bertahan di depan Gedung DPR RI sejak hari Rabu pekan yang lalu.
Ketua SPKN, Indra alam mengatakan bahwa aksi ini adalah buntut dari tidak dibayarnya gaji karyawan PT Kertas Nusantara.
“Tuntutan kami dari 2014 sampai sekarang itu tidak ada pembayaran untuk gaji plus PHK dan pensiun baik yang pensiun maupun meninggal dunia. Ada beberapa item yang lain juga ada tapi yang jelas masalah yang mendasar adalah masalah gaji dan masalah PHK,” ujar Indra Alam dalam rilisnya, Rabu (21/3/2018).
“Dari 2013 sudah tidak berfungsi lagi, kemudian kurang lebih ada beberapa bulan ada pembayaran dicicil tapi terlambat sebulan sampai terakhir sampai 2014 tapi sekarang tidak ada lagi,” tambahnya.
Baca: Menyedihkan, Begini Kondisi Korban Peluru Nyasar di Sulteng Saat Ini
Selain itu, Indra Alam juga menuntut DPR RI khusunya Komisi IX untuk menindaklanjuti adanya masalah dugaan pelanggaran yang ada di PT Kertas Nusantara.
Dalam hal ini Komisi IX DPR RI diminta untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak PT Kertas Nusantara untuk membahas kelanjutan penyelesaian masalah di PT Kertas Nusantara.
“Harapan kami masalah kasus di PT Kertas Nusantara yang ada di Berau ini bisa diselesaikan,” tuturnya.
Indra mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemui Komisi IX DPR RI dan diterima di pengaduan dan bagin sekretaris penjadwalan dan dijanjikan akan diadakan RPDU dalam minggu ini, namun sampai saat ini informasi RDPU tersebut belum ada kejelasan.
“Saya menyayangkann tidak ada kejelasan terus terang kami dari daerah dengan biaya urunan. Kondisi kami sepeti ini. Yang jelas kami ingin RDPU komisi IX dengan PT Kertas Nusantara kertas untuk bisa ditindak lanjuti setuntas-tuntasnya,” tuturnya.