Kehilangan Nenek dan Ibunya di Tanjakan Emen, Fatih: Takut Naik Bus, Kalau Lihat Bus Ingat Ibu

"Berangkat bertiga bareng ibu sama nenek, tapi cuma aku yang selamat," tutur Fatih menahan sedih.

Kehilangan Nenek dan Ibunya di Tanjakan Emen, Fatih: Takut Naik Bus, Kalau Lihat Bus Ingat Ibu
TRIBUNJAKARTA.COM/ DWI PUTRA KESUMA
Fatih (9), korban luka berat kecelakaan bus di Tanjakan Emen, di Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Muhamad Fatih (9), adalah satu diantara puluhan korban luka berat akibat kecelekaan Bus di Tanjakan Emen.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan bus yang menewaskan 26 orang warga Kampung Legoso, Ciputat.

Murid kelas tiga SDN PISANGAN 01 itu, mengatakan dirinya berangkat bersama ibu dan neneknya.

"Berangkat bertiga bareng ibu sama nenek, tapi cuma aku yang selamat," tutur Fatih menahan sedih di Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/4/2018).

Baca: Menghembuskan Nafas Terakhir, Besan Jokowi Dirawat di RSUD Moewardi Solo Sejak 10 Maret 2018

Kepada wartawan TribunJakarta.com, Fatih menuturkan dirinya tidak sadarkan diri ketika musibah itu berlangsung.

Fatih tergabung di dalam bus nomor I, yang mengangkut rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata untuk mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di daerah Lembang, Bandung.

Ketika bus yang ditunpanginya mengalami kecelakaan, ia pun pingsan dan terbangun di atas rumput, dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

Fatih menderita luka memar, lecet, dan juga patah dibagian bahu tangan kirinya, yang mengharuskan dirinya mendapatkan perawatan kurang lebih sebulan lamanya.

Baca: Pasar Hewan Jatinegara Ramai Dikunjungi di Akhir Pekan

"Ini bahu tangan kiri saya patah, tapi sekarang sudah membaik setelah rutin diurut," tutur Fatih.

Kepada TribunJakarta.com, Fatih menuturkan masih memiliki trauma yang berat untuk menaiki bus.

Bahkan, hingga saat ini ia masih sering terkenang almarhumah ibunya yang bernama Oktika Trisnawati.

"Takut om naik bus, kalau liat bus juga masih suka sedih teringat ibu," tutup Fatih.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved