Jika Alasan Tak Jelas, Pemprov DKI Bakal Dapat Hambatan DPRD untuk Lepas Saham PT Delta

Bestari mengatakan, pelepasan saham tersebut harus jelas alasannya, dan disampaikan ke DPRD lewat sidang paripurna

Jika Alasan Tak Jelas, Pemprov DKI Bakal Dapat Hambatan DPRD untuk Lepas Saham PT Delta
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno umumkan pelepasan saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wacana Pemprov DKI Jakarta untuk menjual saham PT Delta Djakarta bakal menemui jalan panjang di DPRD.

Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD DKI Fraksi Nasdem Bestari Barus, yang mengatakan bahwa penjualan saham tersebut belum pasti.

"Belum jelas (saham dilepas), karena belum dikomunikasikan dengan DPRD," ujar Bestari Barus lewat sambungan telepon, Jumat (18/5/2018).

Bestari mengatakan, pelepasan saham tersebut harus jelas alasannya, dan disampaikan ke DPRD lewat sidang paripurna.

"Harus jelas dulu alasannya, Kalau alasannya enggak jelas, maka saya enggak akan setujui," tuturnya.

Bestari pun mengungkapkan ada kemungkinan banyak anggota DPRD DKI yang tidak setuju dengan keputusan Pemprov DKI menjual saham yang ditaksir bernilai Rp 1 triliun tersebut.

Baca: Aman Abdurrahman Tampak Santai saat Dengar Tuntutan Mati dan Masih Bisa Tebar Senyum

"Sangat besar kemungkinannya (DPRD tak setuju)," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana pelepasan saham PT Delta Djakarta pada Rabu (16/5/2018) petang.

Pelepasan saham perusahaan bir tersebut merupakan janji Anies dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno saat berkampanye pada Pilkada DKI 2017.

Pemprov DKI memiliki saham 26,25 persen di PT Delta Djakarta Tbk. PT Delta Djakarta memegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional. DKI sudah menanam saham di perusahaan itu sejak 1970. Rata-rata, PT Delta menyumbang keuntungan Rp 38 miliar setiap tahunnya. (Yosia Margaretta)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help