Modus Tawarkan Ojek, Pelaku Curi Ponsel Turis Korea yang Sedang Jalan-jalan di Kuta Bali

Ketiga pelaku tersebut yakni I Wayan Ade (23) alias Ipin asal Karangasem, I Komang Slamet dan Wayan Madya (31) asal Karangasem juga.

Modus Tawarkan Ojek, Pelaku Curi Ponsel Turis Korea yang Sedang Jalan-jalan di Kuta Bali
Kompas
Ilustrasi Pencurian 

TRIBUNJAKARTA.COM, MANGUPURA - Tiga orang terduga pelaku pencurian (copet) di depan Bounty Discotic Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali tertangkap Tim opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta.

"Kita amankan tiga terduga pelaku pencurian dengan menyasar wisatawan yang tengah berlibur. Dimana ketiganya memiliki peran berbeda saat melakukan aksinya," jelas Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya, Rabu (13/6/2018).

Baca: 5 Fakta Pria Bunuh Diri di Kamar Mandi SPBU Depok: Bawa Helm Sampai Beli Pisau di Minimarket

Ketiga pelaku tersebut yakni I Wayan Ade (23) alias Ipin asal Karangasem, I Komang Slamet dan Wayan Madya (31) asal Karangasem juga.

"Ketiganya kami amankan pada Senin 11 Juni kemarin sekitar pukul 16.30 WITA," ucapnya.

Kompol Nyoman Wirajaya menambahkan pada hari Kamis 7 Juni 2018 sekitar pukul 21.00 WITA, korban Jung Yongho (30) asal Korea selesai makan di Jalan Popies II selanjutnya berjalan-jalan sesampainya di depan Bounty Discotic.

Korban didekati oleh tiga orang laki-laki yang tidak dikenal menawarkan jasa transportasi atau ojek sambil merangkul korban.

"Korban menolak tawaran tersebut dan setelah berjalan beberapa meter saat mengambil handphone di sakunya namun tidak ada. Dan mencari terduga pelaku, pencuri handphonenya di lokasi tadi sudah tidak ada," ungkapnya.

Baca: Gunung Agung Bali Kembali Alami Erupsi, Warga Diminta Waspadai Pontensi Ancaman Bahaya

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra menambahkan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta.

Tim opsnal bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya ketiga pelaku berhasil diamankan.

Dari hasil interogasi mereka melakukan pencurian tersebut bersama teman-temannya masing-masing memiliki peran yakni dua pelaku bertugas mengajak korban ngobrol (mengecoh konsentrasi korban) sedangkan satu pelaku lainnya bertugas mengambil telepon seluler (Ponsel) yang ada di saku depan celana korban.

"HP korban kemarin yang dicuri telah dijual kepada orang di jalan dengan harga Rp 900 ribu. Selanjutnya uang tersebut di bagi-bagi ada yang mendapat bagian Rp 400 ribu dan dua pelaku lainnya masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu," paparnya.

Dari pengakuan para pelaku uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari hari, barang bukti yang berhasil diamankan yakni uang sebesar Rp 300 ribu sisa dari hasil penjualan HP. (Zaenal Nur Arifin)

 

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Wisatawan Asal Korea Jadi Korban Pencurian HP saat Jalan-jalan di Kuta, Begini Kronologinya,

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help