Pria yang Ditemukan Tewas di Pom Bensin Bawa Helm ke Kamar Mandi

Pukul 23.28 WIB sekira tiga orang anggota Tagana dibantu kepolisian membawa keluar jasad yang sudah dibungkus kantung jenazah

Pria yang Ditemukan Tewas di Pom Bensin Bawa Helm ke Kamar Mandi
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tagana Kota Depok setelah mengeluarkan jasad pria dari dalam bilik kamar mandi Pom Bensin Kartini, Pancoran Mas, Depok, Selasa (12/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Tim identifikasi Polresta Depok mengeluarkan satu helm dari dalam bilik kamar mandi tempat seorang pria ditemukan tewas.

Helm berwarna hitam tersebut dikeluarkan seusai beredarnya video singkat di kalangan grup pengemudi ojek online.

Dalam video berdurasi 33 detik itu, helm terletak di sisi kanan dekat toilet jongkok.

Sementara jasad pria tergeletak dalam posisi duduk di lantai bawah toilet dengan posisi tangan kanan yang bersandar ke ember yang airnya sudah meluber.

Pantauan TribunJakarta.com, tim identifikasi tiba sekitar pukul 23.11 WIB atau berbarengan dengan kedatangan Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto.

Sebelum membuka pintu kamar mandi berwarna merah yang terbuat dari seng, dua anggota tim identifikasi sempat mengambil gambar dan mengecek sidik jari di pintu.

Pukul 23.24 WIB, satu kantung jenazah telah disiapkan untuk membawa jasad pria yang sudah bersimbah darah.

Beberapa menit kemudian petugas menenteng helm dan kunci motor dari dalam kamar mandi.

Sementara, di dekat kamar mandi terparkir satu motor Honda Vario berwarna putih dengan bernopol B 3578 EXC.

Tidak diketahui milik siapa sepeda motor tersebut, namun motor itu dibiarkan di dalam garis polisi.

Pukul 23.28 WIB sekira tiga orang anggota Tagana dibantu kepolisian membawa keluar jasad yang sudah dibungkus kantung jenazah.

Hingga pukul 00.03 WIB aktivitas pelayanan di Pom Bensin Kartini masih tetap berjalan.

Sejumlah warga yang mengantri untuk isi bensin menyaksikan penanganan yang dilakukan dengan raut wajah yang penuh tanya.

"Ada apa pak?" tanya seorang warga kepada warga lainnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help