Puncak Arus Mudik 2018 di Terminal Kampung Rambutan Menurun 1.443 Orang Dibandingkan Tahun Lalu
"Ada penurunan sekitar seribu orang dibanding tahun lalu (2017)," ujar Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August Dwinanto
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Dibandingkan tahun lalu, pada tahun ini ada penurunan jumlah penumpang saat puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.
"Ada penurunan sekitar seribu orang dibanding tahun lalu (2017)," ujar Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August Dwinanto, Kamis (14/6/2018).
Baca: Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan pada H-2 Lebaran
Emiral mengatakan, tahun lalu saat puncak arus mudik, total sebanyak 17.465 pemudik meninggalkan ibu kota dari Terminal Kampung Rambutan, sementara untuk tahun ini, saat puncak arus mudik ada 16.022 orang yang berangkat dari terminal tersebut.
Itu artinya, dibanding tahun lalu ada penuruan sebesar 1.443 penumpang.
Baca: H-1 Jelang Lebaran, Arus Mudik Jalur Kalimalang Mulai Lengang
"Tahun ini liburnya lebih panjang dibanding tahun lalu, jadi saya rasa itu jadi penyebab utama puncak arus mudik tahun ini menurun dibanding tahun lalu," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com.
Ia menjelaskan, karena waktu libur lebih lama ini, maka masyarakat sudah bisa mengantisipasi kepadatan penumpang saat arus mudik 2018.
Baca: Kim Jong Un Tukar Pulpen Sebelum Tanda Tangan Perjanjian dengan Donald Trump Karena Takut Diracun
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, saat ini Terminal Kampung Rambutan masih dipadati para pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya menggunakan jasa transportasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).