Halte Transjakarta Dibakar dan Stasiun MRT Dirusak, Jakarta Tanggung Kerugian Capai Rp51 Miliar! 

Pemprov Jakarta tanggung kerugian capai Rp 51 miliar buntut Halte Transjakarta dibakar dan Stasiun MRT dirusak saat aksi demo.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami/Warta Kota/Nuri Yatul
DIRUSAK MASSA AKSI - Pelaksana Tugas Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan, lima pintu masuk MRT Istora Mandiri mengalami kerusakan parah, terutama di bagian dinding-dinding kaca. Ditambah lagi aksi vandalisme dan sejumlah penjarahan yang ditemukan setelah petugas melakukan pembersihan area sejak Sabtu (30/8/2025) pagi. Massa aksi membakar halte Transjakarta di depan gedung Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (29/8/2025) sekira pukul 21.30 WIB malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat kerugian hingga puluhan miliar rupiah imbas perusakan sejumlah fasilitas publik yang dilakukan orang tak bertanggung jawab saat aksi demo yang digelar di sejumlah titik ibu kota sejak Jumat (29/8/2025) kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bilang, ada puluhan halte Transjakarta yang dirusak. Bahkan beberapa di antaranya dibakar hingga dijarah.

“Ada enam halte Transjakarta dibakar dan dijarah. Kemudian ada 16 halte Transjakarta yang dirusak dan kemudian dilakukan coret-coret vandalisme dan sebagainya,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (1/9/2025).

Seluruh halte yang dirusak itu disebut Pramono sudah dilakukan pembersihan sejak Sabtu (30/8/2025).

Bahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga tadi pagi juga langsung turun membersihkan puing-puing sisa kebakaran di Halte Senen.

“Mudah-mudahan, baik yang rusak sedang, rusak berat, akan bisa kami selesaikan tanggal 8 September atau 9 September ini,” ujarnya.

Imbas perusakan sejumlah halte ini, Transjakarta tercatat mengalami kerugian hingga Rp 41,6 miliar.

Tak cuma halte Transjakarta yang dirusak, Stasiun MRT Istora Mandiri juga sempat jadi sasaran amuk massa.

Kerugian yang ditimbulkan akibat perusakan infrastruktur MRT disebut Pramono mencapai Rp 3,3 miliar.

Belum lagi perusakan CCTV yang dilakukan oleh massa aksi yang diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp 5,5 miliar.

“Sehingga total kerusakan yang ditimbulkan ada Rp51 miliar,” kata Gubernur Pramono Anung.

Imbas kerusakan sarana dan prasarana transportasi publik ini, Pemprov DKI Jakarta pun menggratiskan masyarakat naik Transjakarta dan MRT hingga 8 September 2025

“Selain (kerugian) itu, kami harus memberikan subsidi transportasi kurang lebih Rp18 miliar sampai dengan seminggu ini,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, gelobang aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah titik di Jakarta pada Jumat (29/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025).

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved