Selain Kurangi Kemacetan, Ganjil Genap Juga Dinilai Akan Perbaiki Kualitas Udara di Jakarta

Menurutnya dengan diterapkannya kebijakan tersebut, orang yang menggunakan mobil pribadi dapat berpindah ke angkutan umum

Selain Kurangi Kemacetan, Ganjil Genap Juga Dinilai Akan Perbaiki Kualitas Udara di Jakarta
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Selain mengurai kemacetan pada Asian Games 2018, penerapan kebijakan ganjil genap juga dinilai akan berpengaruh pada kualitas udara di DKI Jakarta.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan agar gas buang karbondioksida (CO2) serta temperatur di DKI Jakarta menurun.

Menurutnya dengan diterapkannya kebijakan tersebut, orang yang menggunakan mobil pribadi dapat berpindah ke angkutan umum.

"Dan kemudian kami juga sedang memikirkan untuk mengukur penurunan CO2 dan temepratur karena harapan kita adalah Asian Games ini adalah momen kita untuk mengatur perjalanan orang dimana CO2 nya turun which is dengan menggunakan transportasi umum," ujar Bambang di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Ia mengatakan pada penerapan ganjil genap sebelumnya dibeberapa ruas tol telah mengalami peningkatan perpindahan dari mobil pribadi ke angkutan umum.

Sebelum ke Kemendagri, Massa Aksi 67 Sempatkan Salat Asar Berjamaah di Jalan Merdeka Timur

"Angkutan umum meningkat kira-kira sudah menunjukkan angka bahkan hampir 10 sampai 15 persen. Nah untuk commuter line itu meningkat lumayan. Waktu ganjil genap di Bekasi sampai sekarang sudag naik 4 persen," paparnya.

"Ini berarti masyarakat sudah mulai beralih dia. Secara berangsur-angsur menggunakan transportasi umum dari awalnya menggunakan mobil pribadi," tambahnya.

Sebelumnya, Bambang juga pernah mengatakan penurunan gas buang ini juga dilakukan untuk menjaga stamina para atlet yang akan bertanding di Asian Games.

"Kita tidak hanya meningkatkan kecepatan dan memperpendek waktu tempuh. Tetapi adalah kita akan menurunkan gas buang atau CO2. Dan sekarang relatif lebih tinggi. Kalau nanti rendah stamina anda akan bertambah," ujarnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved