Ferdinand Hutahaean: Demokrat Beri Sanksi TGB Bukan karena Dukung Jokowi, Tapi Sikapnya
Ferdinand menilai apa yang dilakukan TGB dengan mendukung Jokowi bukanlah sebuah kesalahan.
Penulis: Rohmana Kurniandari | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean angkat bicara soal dukungan Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi kepada Joko Widodo dalam pemilihan presiden tahun 2019.
Dilansir TribunJakarta.com dari akun Twitter @LawanPolitikJKW, Selasa (10/7/2018), ia mengungkapkan sejumlah hal.
Ferdinand menilai apa yang dilakukan TGB dengan mendukung Jokowi bukanlah sebuah kesalahan.
Namun, sebagai pejabat tinggi partai, TGB hendaknya mengerti hal tersebut.
Menurutnya, TGB mendapatkan sanksi dari partai Demokrat lantaran dirinya telah mendahului sikap resmi partai dengan pernyataan terbuka dukungannya.
"Jk dukungan TGB ke Jokowi tdk salah, lantas apa yg salah? Kenapa TGB akan diberikan sanksi? Jawabannya adalah, krn TGB sebagai pejabat tinggi partai, telah mendahului sikap resmi partai dgn deklarasi terbuka dukungannya. Deklarasi = menyatakan sikap #sanksiTGB," cuit akun @LawanPolitikJKW.
Ferdinand mengatakan adanya perbedaan pendapat itu sah saja, tidaklah salah dan tidak dosa.
Dirinya berharap semua pihak dapat memahami hal ini dan tidak menempatkan TGB seolah didzolimi.
Dengan tegas ia mengatakan bahwa kritik yang diberikan kepada TGB bukan karena partai Demokrat, melainkan karena sikapnya.
"Dengan penjelasan ini, kami harap semua mengerti dan tidak perlu ada yg menempatkan TGB seoalh di dzolimi. Tidak perlu ada kelompok yg membesar-besarkan seolah TGB korban partai, tidak. TGB menuai kritik publik adlh krn sikapnya bkn krn Demokrat," ujar politikus Demokrat itu.
Di akhir pernyataannya, Ferdinand kembali menegaskan bahwa TGB akan mendapat sanksi bukan karena mendukung Jokowi, tetapi karena sikapnya mendahului sikap resmi partai.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, meski TGB telah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi, namun TGB masih dianggap sebagai kader Demokrat.
"Dia (TGB) masih tetap kader Demokrat," ujar Syarief di kediaman Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta, Senin (9/7/2018), dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, menurutnya, soal sanksi TGB akan ditangani Dewan Kehormatan Partai Demokrat.
"Sanksi itu bidang dewan kehormatan," kata Syarief.
(TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)