Tanggapan Korban Pelecehan Seksual di Depok Atas Vonis Hakim

RA (22) angkat bicara terkait vonis yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok kepada Ilham Sinna Tanjung (30) pada Kamis (9/8/2018).

Tanggapan Korban Pelecehan Seksual di Depok Atas Vonis Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilham Sinna Tanjung (30) saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Depok, Sukmajaya, Depok, Kamis (9/8/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - RA (22) angkat bicara terkait vonis yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok kepada Ilham Sinna Tanjung (30) pada Kamis (9/8/2018).

Meski cukup mengapresiasi karena vonis yang diputus ketua majelis hakim Rizky Nazario Mubarak lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putri Dwi Astrini.

RA menyayangkan vonis yang dijatuhkan tidak bukan merupakan hukuman maksimal dari pasal 281 ayat 1 KUHP tentang kesusilaan.

"Ya lumayan senang juga sih karena vonisnya lebih berat dari tuntutan Jaksa yang cuman empat bulan penjara. Tapi vonisnya tetap bukan hukuman maksimal yang dua tahun delapan bulan itu," kata RA di Sukmajaya, Depok, Jumat (10/8/2018).

Pasalnya dalam amar putusan, Rizky menyebut hal yang memberatkan terdakwa tidak hanya karena telah melecehkan RA.

Tapi juga karena perbuatan yang dilakukan di tempat publik itu telah meresahkan warga Depok.

"Saya sih berharapnya hukuman maksimal. Apalagi majelis hakim kan bilang kalau perbuatan dia sudah meresahkan warga," ujarnya.

Perihal pilihan pikir-pikir yang diambil terdakwa dan kuasa hukumnya, RA belum dapat menanggapinya.

Ia hanya berharap bila kasusnya berlanjut ke Pengadilan Tinggi nanti terdakwa yang mengakui perbuatannya divonis lebih berat.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help