Insiden Surabaya, Ahmad Dhani: Harusnya Pendemo Anarkis Ditangkap, Ini Malah Saya Disuruh Pulang
Ia menuturkan, pihak kepolisian mendatanginya ketika berada di restoran dan memintanya dengan sangat sopan untuk pulang ke Jakarta.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Musikus Ahmad Dhani Prasetyo mencurigai adanya koordinasi antara massa yang mendemonya di Surabaya dengan pihak kepolisian.
Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu Dhani di demo massa ketika hendak mendeklarasikan gerakan #2019GantiPresiden, di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Ia menilai polisi membiarkan gerombolan massa yang mendemonya hingga bertindak anarkis.
"Seharusnya polisi menangkap pendemo yang anarkis, ini malah saya yang bersama keluarga yang sedang di restoran diminta pulang," kata Dhani di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).
Ia menuturkan, pihak kepolisian mendatanginya ketika berada di restoran dan memintanya dengan sangat sopan untuk pulang ke Jakarta.
Dhani juga menuturkan polisi memintanya untuk pulang dengan alasan demi keselamatan dirinya.
• Tak Ditahan, Polisi Pastikan Tersangka Korupsi Nur Mahmudi Ismail Masih di Rumahnya
• Pelaku Tabrak Lari di Tamansari Tak Ditahan Polisi, Hanya Jalani Rehabilitasi Narkoba
• Suami Bacok Leher Istri: Ceceran Darah 2 Km, Berteriak Minta Tolong, Ditolong Usai Salat Jumat
"Dia bilang dan memohon agar saya bisa segera diantar ke bandara demi keselamatan, ini halus sekali ngusirnya, jadi saya bukan diusir massa, tapi diusir polisi," ucap Dhani.