Akses Jalan Menuju Summarecon Mall Serpong Rusak Parah, Pengendara Motor Sering Jadi Korban

Dari pantauan TribunJakarta.com saat melewati jalur, lubang tersebut cukup parah berdiameter sekira tiga meter dan sedalam sekira 10 sentimeter.

Akses Jalan Menuju Summarecon Mall Serpong Rusak Parah, Pengendara Motor Sering Jadi Korban
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Lubang di jalan Kelapa Gading Selatan dekat Summarecon Mall Serpong sedalam sekira 10 sentimeter, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Pengendara kendaraan bermotor dari Kelapa dua menuju Summarecon Mall Serpong (SMS) atau sebaliknya dihantui jalanan yang rusak parah.

Dari pantauan TribunJakarta.com saat melewati jalur, lubang tersebut cukup parah berdiameter sekira tiga meter dan sedalam sekira 10 sentimeter.

Bahkan, tak jauh dari lokasi lubang tersebut banyak ditemui lubang sejenis yang tah jauh lebih baik dan dalam.

Sufri, seorang pedagang telor kelontongan dekat lubang tersebut mengaku sering melihat korban kecelakaan akibat melintas melewati lubang itu.

"Sudah sering mas yang jatuh disini. Apalagi motor ngebut masuk lubang keguling dah. Kalau mobil seringnya kena bemper atau bagian bawah mobil. Tinggi banget soalnya," ujar sufri di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (14/9/2018).

Ia melanjutkan, lebih parahnya lagi jalanan tersebut tidak terdapat penerangan yang layak pada malam hari.

Sehingga semakin malam, korban makin banyak berjatuhan.

"Malam kan gak kelihatan, jadi nyusruk aja soalnya tinggi jadi kebanting motor tuh. Pelan-pelan aja kerasa mas bantingannya," lanjut Sufri.

Bahkan, Sufri mengatakan, lubang yang berada diatantara pasar Kelapa dua dengan SMS tersebut kerap kali menyebabkan kemacetan yang mengular hingga jalan Raya Serpong.

"Jam pulang kerja lebih parah. Padet disini kan ke arah perumahan sama jalan tol. Bisa sampe jalan raya," kata Sufri.

Hewan yang Kamu Lihat Pertama Kali Bisa Ungkap Rahasia Karaktermu

Polisi Sebut Ada Peningkatan Kasus Peredaran Narkoba di Minggu Kedua Bulan September

Debat Capres Berbahasa Inggris, Dahnil Anzar: Tak Perlu Repot, Maka Akan Lahir Jokowi English

Ia mengatakan, bahwasanya lubang itu sudah pernah ditutup menggunakan pasir oleh warga sekitar beberapa bulan lalu.

Namun, usaha warga sia-sia lantaran lubang kembali terbuka malah semakin dalam.

"Kurang perhatian aparat sini mas," singkat Sufri.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help