FSKK Bakal Tuntut Perdata PO Bus yang Dianggap Lalai Pada Tragedi Tanjakan Emen

Forum Silaturrahmi Keluarga Korban (FSKK) tragedi Tanjakan Emen mengatakan akan menggugat perdata PO Bus Premium Passion.

FSKK Bakal Tuntut Perdata PO Bus yang Dianggap Lalai Pada Tragedi Tanjakan Emen
Tribun Jabar/ Istimewa
Kecelakaan kembali terjadi di Tanjakan Emen, Desa Cicenang Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, Senin (12/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Forum Silaturrahmi Keluarga Korban (FSKK) tragedi Tanjakan Emen mengatakan akan menggugat perdata PO Bus Premium Passion.

PO Bus Premium Passion merupakan PO yang membawa rombongan warga Pisangan, Ciputat, yang kemudian alami kecelakaan hebat dan mengakibatkan puluhan korban jiwa di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, beberapa bulan lalu.

Aang Junaedi, ketua FSKK, mengatakan PO Bus telah lalai karena manggunakan bus yang tidak layak jalan.

"Untuk tuntutan perdata keluarga korban atau ahli waris, itu segera kita akan layangkan ke pengadilan Bogor," terangnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, Jumat (14/9/2018).

Mereka menggugat tanggung jawab PO Bus atas kerugian materil maupun imateril dan trauma berkepanjangan akibat kejadian itu.

"Perdata pertama adalah moril, terus kemudian inmateril dan paska tragedi ini mengalami trauma berkepanjangan yang seharusnya pihak PO Premium Passion, atau PT Ikin Mandiri Utama mereka sejak awal sudah tidak bertanggung jawab, minimal seharusnya mereka minta maaf saja itu sudah cukup. Tapi pihak PO bus minta maaf saja tidak apa lagi pertanggung jawaban," ujarnya.

"Tragedi ini karena kelalaian. Kelalaian SOP atau kendaraan tersebut tidak layak jalan," tambahnya.

Aang bahkan meminta pihak Kementerian Perhubungan untuk menindak PO yang lalai dalam memberikan pelayanan karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

"Kami juga tekankan kepada pihak Perhubungan harusnya lebih segera menindak PO PO bus yang tidak layak, kalau perlu cabut izin mereka. Karena ini akan terus berlanjut, dan menimbulkan korban," ujarnya.

Fakta Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang: Pisau Dapur Jadi Petunjuk Hingga Minta Bantuan Psikiater

Lina Ngaku Hanya Berteman, Istri Teddy Ungkap Fakta Sebaliknya: Kerap Video Call dan Tinggal Serumah

Laudya Cynthia Bella Buka Suara Soal Tudingan Lepas Hijab Saat Liburan Ke Yunani

Kisah Asmara Sule-Lina: 3 Kali Mediasi, Akui Kesalahan Hingga Sebut Perceraian Gimmick

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help