Polisi Sebut Pengedar Narkoba di Tangsel Sasar Mahasiswa

sejumlah pengedar narkoba di Tangsel menargetkan mahasiswa sebagai pembeli dan penggunanya.

Polisi Sebut Pengedar Narkoba di Tangsel Sasar Mahasiswa
TribunJakarta
Wakapolres, Kompol Arman dan Kasat Narkoba, AKP Wahyu Putranto, memimpin ekspos kasus narkoba di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (14/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Wakapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Kompol Arman, menyebut sejumlah pengedar narkoba di Tangsel menargetkan mahasiswa sebagai pembeli dan penggunanya.

Hal itu disampaikannya saat gelar ekapos penangkapan 12 tersangka pengedar narkoba, didampingi Kasat Narkoba, AKP Wisnu Putranto, di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang, Serpong, Tangsel, Jumat (14/9/2018).

"(Penyebaran) Ada yang sekolah (kampus-red) ada yang kontrakan, rata-rata kan kontrakan juga kemungkinan sasaran mahasiswa juga," ujar Kompol Arman.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Ke-10 tersangka yang diamankan Polres Tangsel adalah MHS (24), SF (31), SI (28), S (32), P (25), R (26), W (26), N (36), S (26), BA (22).

Dituduh Curi Uang Rakyat Malaysia, Low Taek Jho Bagikan Mobil Mewah ke Seleb Hollywood

Sedangkan dua tersangka yang ditangkap aparat Polsek Ciputat adalah MR (23) dan DRP (21).

Kompol Arman mengatakan memang ada sejumlah tersangka yang masih mahasiswa, namun ia tidak menyebutkan jelas inisialnya.

"Yang lainnya, rata-rata ada yang tidak bekerja ada yang swasta. Mahasiswa cuma tiga," ujarnya.

Dari 12 tersangka pengedar itu, berhasil diamankan 139 gram sabu dan 7,6 kilogram ganja.

Jika dirupiahkan dengan harga pasaran barang terlarang itu; sabu 1,5 juta rupiah per gram dan ganja lima lima ribu rupiah per gram, barang sitaan dari penangkapan itu mencapai hampir 250 juta rupiah.

Kompol Arman mengatakan jika barang terlarang itu sampai beredar, hal tersebut berpotensi disalahgunakan 3000-an orang.

Belasan pengedar itu pun dijerat pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) nomor 35 tahun 2009, dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup ataupun hukuman mati.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved