Gempa di Donggala

Terjebak Lebih dari 24 Jam, Warga Duren Sawit Ditemukan Tewas di Reruntuhan Hotel Roa Roa

Mohammad Ikhsan Imban warga Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur menjadi satu dari ratusan korban tewas dalam tragedi gempa bumi dan tsunami Palu

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Suasana di rumah duga Mohammad Ikhsan Imban (34) yang terletak di Komolek Billy Moon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (1/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Mohammad Ikhsan Imban (34), warga Komplek Billy Moon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur menjadi satu dari ratusan korban tewas dalam tragedi gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Ia sempat terjebak selama 24 jam lebih di reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah sebelum akhirnya ditemukan oleh Basarnas pada Minggu (30/9/2018) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Rizaludin Imban (73), ayah dari Ikhsan mengatakan, anaknya sudah hampir sebulan berada di Kotamobagu, Sulawesi Utara karena keperluan pekerjaanya.

"Dia sudah hampir sebulan bekerja di Kotamobagu, tapi hari Jumat kemarin dia ke Palu karena tuntutan pekerjaan," ucapnya kepada awak media, Senin (1/10/2018).

Ia menceritakan, sebelum gempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala pada Jumat (28/9/2018) petang, Rizal masih sempat berkomunikasi dengan anak laki-lakinya itu.

Namun, setelah peristiwa tersebut terjadi, Rizal mendapat laporan dari istri anaknya bahwan Ikhsan sudah tidak dapat dihubungi lagi.

"Saya masih sempat teleponan sekira pukul 17.00 WIB, saat dia baru tiba di hotel, tapi pukul 20.00 WIB istrinya telpon saya, bilang kalau Ikhsan sudah tidak bisa dihubungi," ujarnya.

Mendengar laporan dari istri anaknya itu, Rizal tidak memiliki firasat apapun dan berusaha menenangkan istri Ikhsan.

"Saya bilang tadi jam 17.00 WIB masih telponan, mungkin karena gempa sinyal jadi gangguan," kata Rizal.

Namun, betapa terkejutnya Rizal, saat keesokan harinya mendapat kabar dari rekan kerja anaknya bahwa Ikhsan terjebak di reruntuhan Hotel Roa Roa.

"Kebetulan di Palu dia itu berdua sama temannya, kemudian Sabtu pagi istri temannya itu ngabarin kalau Ikhsan belum ditemukan, padahal hotelnya sudah runtuh," ucap dia.

Mendengar kabar tersebut, kakak dan adik Ikhsan langsung menuju Palu untuk melihat kondisi Hotel Roa Roa pascagempa.

Romahurmuziy Sindir Birokrasi yang Tolak Bantuan Gempa di Donggala dan Palu

Tewas Disapu Tsunami Palu, Rencana Polisi Asal Jembrana Lamar Kekasihnya Pupus

Update Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala: 821 Meninggal, 90 Orang Hilang

"Kakak dan adik Ikhsan langsung berangkat ke Palu via Gorontalo, kemudian dari Gorontalo lewat jalur darat menuju Palu," ujar dia.

"Mereka berangkat Sabtu dan Minggu pagi baru sampai Palu," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved