Gempa di Donggala

Tewas Disapu Tsunami Palu, Rencana Polisi Asal Jembrana Lamar Kekasihnya Pupus

Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta (32), Korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu. korban yang akrab disapa Gus Maiz berniat menikah.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Gusti Kade Sukadana dan Gusti Kade Miliasih menunjukkan foto anaknya, Gusti Kade Sukamiarta, di rumah duka di Mendoyo, Jembrana, Minggu (30/9/2018). Sukamiarta alias Gus Maiz turut jadi korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah jadi 832 orang.

Satu di antara ratusan korban meninggal adalah warga Mendoyo Dangin, Banjar Tengah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta (32).

Mirisnya lagi, anggota Polri itu disapu tsunami ketika sudah bersiap melamar calon istrinya.

Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana (57), menuturkan sang anak bertugas di Palu sejak 2005 setelah lulus SPN Singaraja.

Dalam waktu dekat, korban yang akrab disapa Gus Maiz berniat melangsungkan pernikahan.

Terkuak Video Mesum Mahasiswi di Bandung, Begini Faktanya

Ratusan Orang Diduga Masih Tertimbun di Balaroa dan Patobo Akibat Gempa Sulteng

Sesuai rencana, pekan ini dijadwalkan upacara lamaran. Keluarga Gus Maiz akan menemui keluarga kekasihnya di Palu.  

Selasa (2/10) besok, Gus Maiz sedianya akan pulang ke Bali. Selanjutnya, Kamis (4/10) atau Jumat (5/10), Gus Maiz mengajak ayahnya, Gusti Kade Sukadana, beserta ibunya, I Gusti Ayu Kade Miliasih (63), terbang ke Palu.

"Maunya akan ada lamaran. Anak saya akan menikah dengan pacarnya yang ada di Palu," tutur Gus Sukadana lirih saat ditemui di kediamannya, Minggu (30/9).

Menurut Gus Sukadana, dewasa (hari baik) pernikahan sudah ditetapkan keluarganya. Pernikahan secara adat Bali itu dijadwalkan menjelang Hari Raya Galungan pada Desember mendatang.

"Rencananya menikah dekat-dekat dengan perayaan Galungan mendatang," katanya dengan terbata-bata.

Namun takdir berkata lain. Rencana momen bahagia tersebut pupus setelah gempa bermagnitudo 7,4 SR dan diikuti tsunami menerjang Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Jumat (28/9) sore. Gus Maiz turut menjadi korban bencana dahsyat tersebut.

Polisi Akan Selidiki Kasus Kebakaran Rutan Donggala

Sambut Hari Batik Nasional, Galeri Indonesia Kaya Putar Film Pendek Sekar 

Gus Sukadana tidak dapat menahan pilu hatinya dengan kejadian itu. Air mata berlinang dari matanya. Terkadang tatapannya kosong, mengingat anak laki-laki tunggalnya itu.

Gus Maiz adalah anak ke dua dari dua bersaudara, Gus Maiz lulusan SPN Singaraja tahun 2005, dan langsung bertugas di Palu.

Ia menjadi anggota Satuan Lalu Lintas Polres Palu.

Saat gempa mengguncang dan diikuti tsunami di Palu, korban dikabarkan tengah bertugas untuk pengamanan (PAM) di Festival Palu Nomoni.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved