Pilpres 2019
Dahnil Anzar dan Nanik S Deyang Diperiksa Polisi, Sandiaga Akan Tambah Juru Bicara
Sandiaga Salahudin Uno mengatakan sudah menyiapkan tambahan sebagai juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUNJAKARTA.COM - Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan sudah menyiapkan tambahan sebagai juru bicara (jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pemanggilan dua juru bicara BPN oleh Polda Metro Jaya yaitu Nanik S Deyang dan Dahnil Anzar Simanjuntak terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.
“Nanti akan kami tambah jubir karena Bu Nanik dan Pak Dahnil yang dipanggil itu jubir semua, kami siapkan pengganti di BPN untuk bantu tugas mereka berdua, ada sekitar 100 anak-anak muda penggiat bidang ekonomi,” ujar Sandiaga di Jakarta, Selasa (16/10/2018).
Sandiaga sendiri mengaku telah berbincang dengan Dahnil perihal penambahan jubir tersebut sebelum Dahnil diperiksa Polda Metro Jaya hari ini.
“Semalam kami berbincang dan kami minta untuk mengikuti proses hukum, dan saya sudah sampaikan akan menambah jubir untuk bantu beliau sebagai koordinator jubir,” jelas Sandiaga.
• Dahnil Anzar Siap Penuhi Panggilan Polisi
• Budiman Sudjatmiko Tantang Debat Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung hingga Dahnil Anzar
• Nanik S Deyang Kabur Setelah Diperiksa Kasus Ratna, Kuasa Hukum: Ibu Sedikit Lelah
Selain pengusaha, Sandiaga juga mengaku meminta sejumlah tokoh agama untuk menjadi jubir BPN.
“Kami dapat masukan ada tokoh agama yang masuk dan kami sudah minta Gus Irfan untuk menjadi jubir BPN karena beliau juga tokoh ekonomi keumatan,” pungkasnya. (Rizal Bomantama)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nanik S Deyang dan Dahnil Anzar Diperiksa Polisi, Sandiaga Siapkan 100 Jubir Pengganti