Polisi Masih Selidiki Kasus Begal Berujung Penyekapan yang Dialami Mahasiswa Unisma Bekasi
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus begal terhadap mahasiswa
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kasus begal terhadap mahasiswa Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi bernama Sandy Hidayatullah (19).
"Masih lidik, yang empat orang itu sedang kita selidiki," kata Indarto saat dijumpai di Perumahan Villa Taman Kartini, Rabu (31/10/2018).
Pihaknya bahkan telah membentuk tim gabungan dari Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Timur untuk mengungkap kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti sepeti pengecekan CCTV disekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita sudah bentuk tim gabungan antara polsek dan polres untuk mengungkap itu, sampai tadi siang saya cek masih dikembangkan," jelas dia.
Sebelumnya, kejadian begal berujung penyekapan terjadi saat Sandy keluar dari Kampus Unisma Bekasi hendak membeli makanan dan roko didaerah Pengasinan, Kota Bekasi.
Usai membeli rokok dan hendak kembali, korban tiba-tiba dipepet oleh tiga orang pelaku di dekat kampus Unisma, Kamis, 25 Oktober 2018, sekitar pukul 01.00 WIB.
• Kunjungi Pasar Baru, Jangan Lupa Cicipi Bubur Toping Selada Ala Babeh
• Satu Korban Lion Air JT610 Teridentifikasi, Namanya Jannatun Cintya Dewi Asal Sidoarjo
Para pelaku menodongkan senjata tajam dan meminta barang berharga milik korban. Namun korban tidak menyerahkan sehingga pelaku membacok korban dibagian punggung hingga korban terkapar.
Usai terbacok, korban hendak pergi menuju RS Mitra Timur untuk meminta pertolongan. Namun saat di Jalan Raya Sersan Aswan, Rawa Semut, korban diteriakan begal oleh pengendara sepeda motor hingga membuat korban panik dan berlari hingga ke Jalan Raya Cut Meutia untuk mencari pertolongan.
Namun, saat berada di TKP tepatnya di Traffic Light dekat Kampus Unisma Bekasi, tiba-tiba datang sebuah mobil daihatsu Ayla berhenti disamping korban. Dua orang keluar dari mobil dan mengaku sebagai anggota Polisi sehingga korban dimasukan ke dalam mobil tersebut.
Bukannya ditolong dan dibawa ke Rumah Sakit terdekat, korban justru disekap dengan cara mata dan mulut ditutup menggunakan lakban dan dibawa ke sebuah rumah kosong di daerah Pondok Gede, Kota Bekasi.
Adapun sepeda motor yang dikendarai Sandy hilang entah kemana dibawa orang saat dia diangkut ke dalam mobil menuju lokasi penyekapan.