Lion Air JT610 Jatuh
Sebelum Terbang Bersama Lion Air JT610, Istri Jaksa Andri Wiranofa Titip Anak ke Kakaknya
Rini Soegiyono tak menyangka, adiknya Niar Ruri Soegiyono dan iparnya Andri Wiranofa menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Rini Soegiyono (52) tak menyangka, adiknya Niar Ruri Soegiyono (39) dan iparnya Andri Wiranofa (41) menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.
Namun, dalam suasana duka, ibu dua anak ini sempat menceritakan kepada TribunJakarta.com beberapa gelagat yang tak biasa dilakukan oleh adiknya, Niar sebelum peristiwa naas itu.
"Jumat kemarin setelah kami nyekar ke makam orang tua, sempat teleponan, sekira pukul 15.30 WIB kalau tidak salah. Dia tiba-tiba bilang kalau meninggal duluan nitip anaknya ke saya dan kalau meninggal ingin dimakamkan di dekat makam bapak-ibu," ucapnya sambil meneteskan air mata, Rabu (31/10/2018).
Tak hanya itu, Niar juga sempat berpesan ingin menjadikan rumah kedua orangtuanya di daerah Beber, Cirebon, Jawa Barat yang diwariskan kepadanya menjadi sebuah musala agar bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Dia bilang bulan Desember mau bersih-bersih rumah (warisan orang tua) dan katanya mau bangun musala di sana, karena di depan rumah itu kan jalan provinsi, jadi biar bisa digunakan orang untuk tempat istirahat," ujarnya.
Meski merasa ada yang janggal, Rini sama sekali tidak mengira itu adalah pesan terakhir adiknya. Menurutnya, selama ini, pasangan Andri dan Niar memang dikenal baik dan suka berbagi terhadap sesama.
"Sejak lebaran tahun ini sampai sekarang, mereka tidak henti memberi, Jumat dua minggu lalu mereka bagi-bagi sarung ke tetangga sekitar dan sanak keluarga yang lain," kata Rini.
"Ini ada sarung, ayo dipakai untuk salat," ucap Rini sambil menirukan perkataan adiknya.
Dikatakan Rini, kebaikan adik dan iparnya ini sangat membekas di hatinya. Bahkan, ia hingga kini masih belum percaya dua orang yang ia kenal dekat tersebut menjadi korban pesawaat Lion Air JT610.
"Spirit of giving, itu yang saya rasakan dari pasangan ini, kadang saya suka merasa iri dengan mereka, dalam artian baik loh ya," ucap dia.
"Amal baik mereka terus mengalir, banyak cerita baik tentang mereka berdua yang disampaikan teman-teman, jadi seolah mereka ini masih hidup," tambahnya.
Andri Wiranofa sendiri merupakan satu dari empat orang jaksa yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Lion Air JT610.
Saat ini ia menjabat sebagai koordinator Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung dan sebelumnya ia sempat menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
• Berawal dari Mimpi dan Sempat Putus Asa, Begini Perjuangan Rusdi Kirana Memulai Bisnis Lion Air
• Lion Air JT610 Jatuh, Ini Sejarah Terciptanya Kotak Hitam untuk Menguak Kecelakaan Pesawat
• Serpihan Tubuh dan Pesawat Lion Air JT610 Terbawa Arus Air Laut Hingga Radius 5 Km, Begini Faktanya
Sebelumnya, Pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkal Pinang mengalami kecelakaan sesaat setelah meninggalkan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten pada Senin (29/10/2018) pagi.
Pesawat sempat dilaporkan meminta untuk kembali ke bandara Soekarno-Hatta, sebelum kemudian hilang kontak pukul 06.33 WIB.
Terakhir, pesawat itu terlihat berada di koordinat 05 48.934 S 107 07.384 E T.
Pantauan dari Flightaware, pesawat terakhir berada di Tanjung Karawang, namun kemudian hilang dari jalur.