Lion Air JT610 Jatuh

KNKT: FDR Lion Air PK-LQP Berisi Data Penerbangan 69 Jam Terakhir

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, mengatakan Flight Data Recorder (FDR) dari kotak hitam pesawat Lion Air PK-LQP telah berhasil diunduh.

KNKT: FDR Lion Air PK-LQP Berisi Data Penerbangan 69 Jam Terakhir
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Black box disimpan ke dalam kotak berair. Black box ditemukan, di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kedalaman 30 meter, oleh penyelam TNI AL, Sertu Hendra, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, CAWANG - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan Flight Data Recorder (FDR) dari kotak hitam pesawat Lion Air PK-LQP telah berhasil diunduh.

Hasil unduhan tersebut berisi data penerbangan pesawat selama 69 jam terakhir, yang terdiri dari 19 penerbangan.

Satu di antaranya adalah data penerbangan terakhir sebelum pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Black box berisi 69 jam perjalanan dari setelah kejadian kecelakaan. Berisi 19 penerbangan dan parameternya ada," ujar Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers pada Senin (5/11/2018).

Dalam proses unduh data, dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Biro Singapura dan Australian Transport Safety Biro.

Setelah diunduh, Soerjanto Tjahjono menjelaskan pihaknya akan mengumpulkan data terkait dari Airnav Indonesia untuk keperluan penyelidikan.

"Semua data yang bisa mendukung untuk lakukan investigasi, kami tidak ada masalah. Sepanjang untuk tujuan keselamatan," ujar Soerjanto Tjahjono.

FDR baru ditemukan pada Kamis (1/11/2018) pukul 09.31 WIB di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

FDR itu ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut di kedalaman 25-35 meter di perairan Tanjung Karawang. Selanjutnya, kotak hitam diserahkan kepada KNKT untuk melakukan investigasi penyebab jatuhnya pesawat.

Sedangkan hingga kini, tim evakuasi dari Basarnas, KNKT, TNI, Polri, dan relawan masih mencari kotak hitam cockpit voice recorder (VCR), yang berisi percakapan pilot.

"Proses masih terus berlangsung termasuk VCR, rekaman suara antara kapten, ko-pilot. Suara yang terjadi dan suara komunikasu kokpit dengan kabin," sambung Soerjanto Tjahjono.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved