LSI Denny JA Ungkap 70,3 Persen Pemilih Nilai Ekonomi Indonesia Baik

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan 70,3 persen pemilih menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menyampaikan hasil surveinya di Graha Dua Rajawali, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan 70,3 persen pemilih menilai kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

Hasil survei tersebut disampaikan oleh peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Graha Dua Rajawali, Pulogadung, Jakarta Timur.

"Saat ini kondisi ekonomi dipersepsikan baik oleh mayoritas pemilih. Sebesar 70,3 persen pemilih menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang (baik) baik," ujar Ardian Sopa, Selasa (27/11/2018).

Dalam survei yang dilansir LSI Denny JA tersebut, hanya sebesar 24,7 persen pemilih yang menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia buruk.

"Penilaian kondisi ekonomi ini berpengaruh ke dukungan terhadap kedua capres," ujar Ardian Sopa.

Selain itu, Ardian Sopa menjelaskan, bahwa pemilih yang mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini sedang baik, sebesar 64,4 persen menyatakan mendukung pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sedangkan, para pemilih yang menilai kondisi ekonomi Indonesia sedang buruk, sebesar 20,5 persen menyatakan mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bagi seorang petahana, variabel kondisi ekonomi lebih penting lagi. Jika dipersepsikan baik, maka berkah elektoral akan diperoleh petahana. Namun, jika dipersepsikan buruk, maka berpotensi menjadi bencana bagi petahana," ujar Ardian Sopa.

Peneliti LSI: Diprediksi Unggul Telak, PDI Perjuangan Tegaskan Jawa Tengah Kandang Banteng

Peneliti LSI: Diprediksi Unggul Telak, PDI Perjuangan Tegaskan Jawa Tengah Kandang Banteng

LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling, dengan total 1.200 responden, yang dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018.

LSI Denny JA memakai teknik wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuisoner, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Dilengkapi FGD, analisis media, dan indepth interview.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved