Lion Air JT610 Jatuh

Lion Air Sangkal Temuan KNKT Soal Laik Terbang Lion Air PK LQP, Tuntut Klarifikasi Tertulis

Pernyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal pesawat Lion Air PK LQP dengan penerbangan JT 610 tak laik terbang sejak dari Bali

Lion Air Sangkal Temuan KNKT Soal Laik Terbang Lion Air PK LQP, Tuntut Klarifikasi Tertulis
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi menaburkan bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018) siang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pernyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) perihal pesawat Lion Air PK LQP dengan penerbangan JT 610 tak laik terbang sejak dari Denpasar, Bali, menuai polemik. 

Lion Air mempertanyakan pernyataan tersebut lantaran dianggap kontradiktif dengan isi laporan temuan awal. 

Lion Air mempertanyakan pernyataan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bahwa pesawat PK-LQP sudah tidak laik terbang sejak di Denpasar, Bali.

"Tidak ada statement di pre-liminary report yang mengatakan pesawat ini tidak laik terbang. Kalau definisi laik terbang adalah setelah ditandatangani oleh release man, pilot menyetujui, menerbangkan," kata Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro saat jumpa pers di kantor Lion Air, Jakarta, Rabu (28/11/2018) malam.

Menurutnya, hal ini mengacu pada beberapa poin yang ada di preliminary report KNKT soal pesawat nomor penerbangan JT 610.

Pertama, terkait penggantian angle of attack (AoA) di Denpasar pada 28 Oktober, sehari sebelum insiden tersebut.

Ia menjelaskan, penggantian AoA tersebut sudah dicatat laik mengudara dan ditandatangani teknisi.

"Dan pesawat itu setuju, disepakati bahwa pesawat ini laik, sehingga dia menerbangkan pesawat ini," kata dia.

Kemudian soal pilot Lion Air rute Denpasar-Jakarta yang dinyatakan mengalami masalah saat penerbangan.

"Pilot tersebut sebenarnya direkomendasikan untuk kembali tapi di ceklisnya tidak ada mengatakan harus kembali ke bandara terdekat," jelasnya.

Daniel juga mengatakan laporan awal KNKT terkait masalah IAS dan ALT DISAGREE menyatakan sudah terselesaikan. "Paragraf terakhir disampaikan the problem has been solved," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved