Berkas Belum Siap, Sidang Tuntutan Oknum Guru yang Cabuli 13 Muridnya Ditunda

Sidang tuntutan perkara oknum guru yang mencabuli 13 murid laki-lakinya dengan terdakwa Waliarahman (24) ditunda.

Berkas Belum Siap, Sidang Tuntutan Oknum Guru yang Cabuli 13 Muridnya Ditunda
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Terdakwa Waliarahman saat tiba di Pengadilan Negeri Depok, Kamis (6/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Sidang tuntutan perkara oknum guru yang mencabuli 13 murid laki-lakinya dengan terdakwa Waliarahman (24) ditunda.

Pasalnya, berkas tuntutan belum siap lantaran adanya prosedur yang harus terlebih dahulu dipenuhi.

Hal ini disampaikan JPU Kejari Depok, Andika yang saat ditanya alasan sidang dengan perkara yang membuat KPAI dan Komnas PA turun tangan menangani pemulihan trauma korban.

"Sidang tuntutan ditunda karena berkasnya belum siap. Oleh karena itu sidang tuntutan terpaksa ditunda," kata Andika di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (6/12/2018).

Andika menuturkan sidang tuntutan akan kembali digelar di PN Depok pada Kamis (13/12/2018) mendatang saat berkas tuntutan sudah siap.

"Sidang tuntutan ditunda jadi Kamis pekan depan," ujarnya.

Sebagai informasi, kasus pencabulan yang dilakukan Waliarahman santer dibicarakan sejak bulan Mei 2018 lalu karena terjadi di satu SDN Depok yang jadi sekolah unggulan sejak tahun puluhan tahun lalu.

Kini sekolah tersebut menyandang tiga predikat, yakni Sekolah Ramah Anak, Sekolah Model Implementasi Sistem Penjamin Mutu Internal, dan Sekolah Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter.

Hal ini diakui Kepala Sekolah Ade Siti Rohimah yang memecat Waliarahman sebagai guru honorer pada akhir Mei lalu.

"Kita termasuk sekolah unggulan dan ramah anak, ini sudah tingkat nasional. Makannya saya syok banget waktu ada kasus ini, enggak nyangka," ucap Ade, Rabu (6/6/2018).

Kasus kian jadi perbincangan setelah hasil pemeriksaan Waliarahman yang dilakukan Unit PPA Polresta Depok mengungkap bahwa terdakwa mencabuli muridnya sejak tahun 2016.

Pelaku Pencabulan di Koja Sempat Minta Maaf ke Ibu Korban: Teh, Maaf Saya Khilaf

Bocah 6 Tahun di Koja Trauma Jadi Korban Pencabulan Teman Ayahnya

Dia mengancam murid laki-laki yang menolak kemauannya akan mendapat nilai jelek di mata pelajaran Bahasa Inggris yang diajarnya.

"Peristiwa ini dilakukan di lingkungan sekolah. Ada di ruang kelas, perpustakaan, ruangan sekolah dan kolam renang luar lingkungan sekolah," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Jumat (8/6/2018).

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved