Pemkot Depok Sebut Lumpur Proyek Situ Pedongkelan Tidak Boleh Dibuang di Depan Rumah Warga

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok mengatakan 6 ribu kubik lumpur yang dikeruk dari Situ Pedongkelan

Pemkot Depok Sebut Lumpur Proyek Situ Pedongkelan Tidak Boleh Dibuang di Depan Rumah Warga
TribunJakarta/Bima Putra
Lumpur bercampur sampah yang mengepung depan rumah warga RW 05 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Minggu (25/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianti membenarkan bila 6 ribu kubik lumpur yang dikeruk dari Situ Pedongkelan seharusnya tak dibuang depan rumah warga.

Dalam rincian anggaran biaya (RAB) proyek senilai Rp 3.560.509.800 miliar dari bantuan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, lumpur dibuang tak sampai 5 kilometer dari Situ Pedongkelan menggunakan dump truck.

"Dalam RAB buangannya tidak boleh lebih dari 5 kilometer. Maka dari itu, dibuangnya di lahan pabrik pernekel yang posisinya dekat dengan situ," kata Citra saat dihubungi wartawan di Cimanggis, Depok, Rabu (5/6/2018).

Dalam RAB, Citra yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek normalisasi dan penurapan Situ Pedongkelan menuturkan lumpur dibuang ke pabrik Pernekel.

Tapi dalam pelaksanaan, ada pemilik tanah di RT 05, RT 06/RW 05 Kelurahan Tugu yang setuju 6 ribu kubik lumpur bercampur sampah dan bangkai ikan dibuang depan rumah warga.

Atas persetujuan warga, Citra menyebut tak ada yang salah dalam pengerjaan proyek, tapi dia tak merinci apa kontraktor diuntungkan karena tak harus mengerahkan dump truck untuk membuang lumpur sesuai rencana.

"Pihak pabrik pernekel beserta warga yang berdekatan dengan buangan lumpur tidak mempersoalkan hal tersebut. Jadi yang mana dilanggar," ujarnya.

Sebagai informasi, nama Situ Pedongkelan santer dibicarakan sejak warga, Pokdarwis, dan Juru Situ Pedongkelan mengeluhkan cara kerja kontraktor yang mengeruk lumpur dari pinggir.

Masalah kian panas usai PT Delima Intan Abadi melaporkan Ketua Pokdarwis Situ Pedongkelan, Ikhwanuddin karena dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Jawaban Pradi Supriatna Ditanya Soal Ketua Pokdarwis Situ Pedongkelan yang Dipolisikan Kontraktor

Pemkot Depok Akui Pengerjaan Proyek Penataan Sempadan Situ Pedongkelan Salah

Yakni pasal 27 ayat 3 di UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan, atau mentransmisikan dan, atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan, atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan, atau pencemaran nama baik.

Kadis PUPR Depok, Manto Djorghi membenarkan bila 6 ribu kubik lumpur yang merupakan target pengerukan dibuang depan rumah warga.

"Dibuang ke sini semua, kurang lebih 6.000 kubik. Ternyata ada surat perjanjian dan surat permintaan. Agar hasil normalisasi, sedimen itu untuk pengerukan lahannya. Ada persetujuan yang punya lahan," kata Manto di Situ Pedongkelan, Selasa (27/11/2018).

Perihal janji mengerahkan kembali dua beko untuk mengeruk bagian tengah Situ Pedongkelan, Ketua RW 05 Sofinal Darwis mengatakan sampai sekarang belum ada aktivitas yang dijanjikan.

"Belum turun, saya dengar memang mau diturunkan. Tapi kerja atau enggak belum tahu," ucap Sofinal.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved