Survei LSI: 5 Program Prabowo-Sandi Masih Jarang Diketahui Masyarakat

Hanya program OK OCE yang sudah diterapkan di DKI Jakarta, yang paling tinggi persentase diketahui oleh masyarakat Indonesia

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Dari lima program yang pernah disampaikan oleh pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau tim kampanyenya, kurang dari 30 persen masyarakat yang sudah mengetahuinya.

Hal itu berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang dilakukan sejak 10 hingga 19 November 2018, dengan responden sebanyak 1.200 orang.

"Program kerja Prabowo-Sandi belum masif terdengar. Rata-rata di bawah 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui (program Prabowo-Sandi)," ujar peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, Kamis (6/12/2018).

Berikut 5 program Prabowo-Sandi yang sudah dikenal masyarakat, berdasarkan survei LSI Denny JA :

1. OK OCE Dinasionalkan : 25,6 persen 
2. Gerakan Emak-emak dan Anak Minum Susu : 23,5 persen 
3. Melarang Impor : 18,7 persen 
4. Menaikkan Gaji PNS : 13,5 persen 
5. Mengangkat Guru Honorer : 10,2 persen

Dalam proses surveinya, LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling, dengan total 1.200 responden, yang dilakukan pada 10 hingga 19 November 2018.

LSI Denny JA memakai teknik wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuisoner, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Dilengkapi FGD, analisis media, dan indepth Interview.

Bingkai Plakat Bertulisan Perancis Jadi Modus Penyimpanan Sabu Seberat 496 Gram

Rully Akbar menjelaskan, kelima program kerja pasangan calon Prabowo-Sandi belum masif terdengar di masyarakat, selama dua bulan masa kampanye.

Hanya program OK OCE yang sudah diterapkan di DKI Jakarta, yang paling tinggi persentase diketahui oleh masyarakat Indonesia.

"Di pihak penantang, belum ada satupun program kerja yang terdengar masif di telinga publik selama periode awal kampanye. Bahkan rata-rata baru di bawah 30 persen pemilih yang tahu," ujar Rully Akbar.

"Artinya, dalam dua bulan, pihak penantang belum berhasil mempopulerkan program alternatifnya," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved