Yusril Tegaskan Tak Akan Sanksi Kader PBB Jika Berbeda Pilihan Capres

Dirinya menegaskan akan bersikap terbuka apabila nantinya ada kader yang memutuskan berbeda pilihan.

Yusril Tegaskan Tak Akan Sanksi Kader PBB Jika Berbeda Pilihan Capres
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra (KOMPAS/LUCKY PRANSISKA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra memahami dinamika yang berkembang terkait kabar dukungan pribadinya kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dirinya menegaskan akan bersikap terbuka apabila nantinya ada kader yang memutuskan berbeda pilihan.

"Keputusan finalnya nanti pada rakernas yang akan kami gelar pada Januari. Di sana nanti kami umumkan secara resmi kemana arah dukungan PBB," ujar Yusril di sela acara pembekalan ratusan calon legislatif DPR RI Partai Bulan Bintang di Hotel Swissbell Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018).

Yusril menegaskan, pihaknya akan berupaya mendorong kader termasuk para caleg untuk mendukung apapun keputusan rakernas.

Meski demikian, dirinya tidak akan melarang jika nantinya ada kader atau caleg yang ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden dan cawapres yang berbeda dengan keputusan rakernas.

"Pada dasarnya kamo demokratis, menghargai perbedaan. Permintaan saya cuma jangan saling menjatuhkan. Jangan saling menjelekkan yang berakibat PBB jadi terpecah belah," kata Yusril.

Siapapun presiden pilihan, Yusril lebih menekankan kepada para kader khususnya caleg untuk fokus memenangkan suara di daerah pemilihan masing-masing agar target suara PBB terpenuhi yakni sebesar 6 persen suara nasional serta keterwakilan di DPR RI.

"Saya harap soal capres tidak perlu berpolemik. Kita dorong caleg untuk meraih suara sebanyak-banyaknya di dapilnya. Mau Jokowi menang atau Prabowo menang, yang penting umat Islam dan PBB berjaya. Kita berjuang habis-habisan untuk partai kembali berjaya. Kepada masyarakat yang punya hak pilih, saya mohon juga agar tetap memilih PBB di pemilu nanti," kata Yusril.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved