Menhub: Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI Terjunkan KA Tambahan

Ini prediksi kalau tempat duduknya semua terbeli, karena ini operasi natal dan tahun baru kan dimulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019

Penulis: Leo Permana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Menhub RI, Budi Karya Sumadi dan Dirut PT KAI, Edi Sukmoro saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dirut PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan ada KA tambahan dalam menghadapi lonjakan penumpang dalam liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

Ia menjelaskan penambahan itu terlihat di dalam penambahan tempat duduk.

"Kalau soal penambahan pasti ada, hanya saja persentasenya terlihat di dalam TD (tempat duduk) karena kereta api jarak jauh ini sekarang kan tidak ada yang (penumpang) berdiri," kata Budi kepada wartawan di Stasiun Gambir, Rabu (19/12/2018).

"Manakala itu penambahan berarti itu pasti ada penambahan tempat duduknya," tambahnya.

Edi memaparkan kenaikan jumlah penumpang sekitra 4 persen, dari 5,1 Juta menuju ke 5,3 Juta penumpang.

"Ini prediksi kalau tempat duduknya semua terbeli, karena ini operasi natal dan tahun baru kan dimulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019 ini akan dilakukan," ujarnya.

"Sekarang hari ini, laporan yang sudah terjual tiket 67% dan ini terus bergerak terus, jadi setiap hari, kira-kira 2-3 persen terus meningkat terus," kata  Edi.

Diketahui, KAI mengoperasikan 24 nama KA tambahan (48 perjalanan KA) yang total kapasitas tempat duduknya sebanyak 27560 per hari.

KA tersebut sebagian besar mulai beroperasi pada 20 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

Miljan Radovic Punya Nilai Plus Bila Arsiteki Persib Bandung Musim Depan, Bukan Cuma Soal Lisensi

"Pada beberapa KA seperti Brantas Tambahan dan Mataram Premium, operasionalnya dimulai sejak 13 Desember 2018," jelas Edi.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan tersebut, dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket KA mulai 16 November 2018.

Di antaranya, melalui aplikasi KAI Access, situs kai.id, contact Center 12 atau (021) 121, loket.

Serta channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI, seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, dan agensi resmi lainnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan prediksi lonjakan penumpang diprediksi dari 21-25 Desember 2018.

Sedangkan puncak lonjakan penumpang terjadi pada 31 Desember 2018.

"Berdasarkan prediksi terdapat lonjakan penumpang antara tanggal 21-25 Desember, berlanjut nanti pada tanggal 28 Desember-1 Januari, sedangkan puncak lonjakan penumpang terjadi pada 31 Desember 2018," kata Budi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved