Isu Merger 3 Maskapai BUMN, Pengamat Penerbangan Sarankan Aliansi
Rencana penggabungan maskapai BUMN memunculkan kekhawatiran akan hilangnya diferensiasi dan efektivitas pelayanan bagi penumpang.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat penerbangan nasional, Alvin Lie, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana merger maskapai milik negara.
Ketiga maskapai yang dikabarkan bakal marger di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.
Alvin Lie menyebut, ketiga maskapai ini melayani segmen pasar yang berbeda, mulai dari full service, low-cost carrier, hingga layanan menengah.
Rencana penggabungan ini, kata Alvin, memunculkan kekhawatiran akan hilangnya diferensiasi dan efektivitas pelayanan bagi penumpang.
“Sejak lama saya tidak mendukung ide merger maskapai BUMN," ungkap Alvin Lie dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/7/2025).
"Jauh lebih baik jika tetap ada tiga maskapai yang berdiri dengan brand, karakter, dan segmen pasar masing-masing,” sambungnya.
Menurutnya, dibandingkan penggabungan, pendekatan berbasis aliansi akan jauh lebih strategis.
Ia mencontohkan model aliansi global seperti OneWorld, SkyTeam, dan Star Alliance, yang mampu menawarkan sinergi layanan tanpa harus menghilangkan identitas tiap maskapai.
“Aliansi memberikan potensi pelayanan yang lebih baik, seperti koneksi penerbangan yang mulus (seamless connection), kemudahan connecting flight, hingga kolaborasi dalam pemasaran,” jelasnya.
Alvin menekankan bahwa masing-masing maskapai memiliki positioning yang kuat dan karakter yang berbeda.
Garuda Indonesia dengan layanan penuh, Citilink sebagai maskapai hemat, dan Pelita Air yang tengah tumbuh dengan pendekatan bernilai.
Jika digabungkan menjadi satu entitas, ada risiko kehilangan fokus segmen dan potensi terjadinya tumpang tindih layanan yang justru merugikan.
“Positioning tiga maskapai BUMN ini perlu diatur agar tidak saling memakan pangsa pasar satu sama lain. Sebaliknya, harus saling melengkapi," katanya.
"Dalam struktur aliansi, tiga maskapai ini justru bisa menjadi kekuatan kolektif yang lebih tangguh dibanding hanya satu maskapai tunggal dalam menghadapi persaingan pasar,” tegasnya.
Alvin Lie mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan kepentingan sektoral dan ego kelembagaan, demi kepentingan industri aviasi nasional yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/alvin-lie-anggota-ombudsman-ri-sektor-transportasi_20180927_155321.jpg)