Groundbreaking ITF Sunter, Anies: Ini Bakal Jadi Contoh Bagi Wilayah Lain di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ITF Sunter bakal menjadi benchmark fasilitas serupa di Indonesia.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter yang segera dibangun Pemprov DKI Jakarta bakal menjadi yang pertama dan terbesar di Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ITF Sunter bakal menjadi benchmark fasilitas serupa di Indonesia.
Anies bahkan menganggap pembangunan ITF Sunter di Jakarta Utara adalah sebuah peristiwa bersejarah.
Sebab, ini akan menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang bakal dikelola secara mandiri untuk pertama kalinya oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Yang sedang kita bangun ini adalah sebuah fasilitas besar yang pertama ada di Indonesia, ini adalah sebuah peristiwa yang sangat bersejarah," kata Anies dalam groundbreaking ITF Sunter, Kamis (20/12/2018).
ITF Sunter yang bakal dibangun selama 3 tahun ke depan merupakan solusi yang ditempuh Pemprov DKI dalam mengadakan fasilitas pengelolaan terpadu. Sebelum ada ITF Sunter, daerah lain di Indonesia belum punya fasilitas serupa.
Anies mengatakan ITF Sunter bakal dibangun dengan standar ramah lingkungan tinggi sesuai standar Uni-Eropa dan tidak akan tertinggal dari tempat yang lain.
"Dalam catatan disebutkan bahwa ITF di Sunter dirancang dengan ketentuan yang mentaati European Parliament and Council Directive nomor 2010/75/AU anex ke IV," kata Anies.
• ITF Sunter Bakal Jadi Tempat Pendidikan Terkait Pengelolaan Sampah
Standar lingkungan hidup itu juga dipakai oleh perusahaan asal Finlandia, Fortume, yang menjadi mitra PT Jakarta Propertindo dalam pembangunan ITF Sunter selama 3 tahun ke depan.
"Tidak kalah penting tempat ini dioperasikan dengan standar lingkungan hidup sangat tinggi, jadi ITF dibangun dengan seluruh standar ramah lingkungan mengikuti ketentuan Uni-Eropa," tandas Anies.
Selain itu, ITF Sunter juga bakal dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan pengelolaan sampah.
Nantinya ITF Sunter juga bakal mempunyai turbin yang bisa mengubah sampah yang masuk menjadi energi panas.
Lalu, energi panas tersebut akan dikonversi menjadi energi listrik dengan pembangkit listrik yang nantinya juga bakal ada di ITF Sunter. Menurut Anies, ITF Sunter bisa memproduksi sampai 35 megawatt listrik per harinya untuk dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Tepat hari ini, Pemprov DKI Jakarta meresmikan groundbreaking ITF Sunter yang mampu mengolah 2.200 ton sampah per harinya.
Pembangunan ITF Sunter dijadwalkan berjalan selama 3 tahun dengan investasi sebesar 250 juta dollar atau sekitar Rp 3,6 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/anies-groundbreaking-itf-sunter.jpg)