20 Persen Warga Tangerang Selatan Menikah Dini, Alasan Takut Zinah dan MBA
Kepala kantor Kementerian Agama Tangsel, Abdul Rojak, mengungkapkan, jumlah pernikahan dini tersebut mencapai sekira 20 persen pada tahun 2018.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Data mengenai pernikahan di Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkapkan bahwa warga Tangsel masih banyak yang memilih untuk menikah di usia dini.
Kepala kantor Kementerian Agama Tangsel, Abdul Rojak, mengungkapkan, jumlah pernikahan dini tersebut mencapai sekira 20 persen pada tahun 2018.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, jumlah berkas pengajuan pernikahan di Tangsel selama kurun 2018 sebanyak 9.000 berkas.
Jika dihitung 20 persennya, maka didapat sekitar 1.800 pernikahan.
"Pernikahan usia dini enggak terlalu banyak, masih di bawah 20 persen," kata Rojak saat dihubungi, Minggu (6/1/2019).
• Manfaatkan dan Olah Sampah, Sudin LH Jakarta Barat buat TPS Berkonsep 3R
Usia dini yang dimaksud Rojak adalah usia sekolah menengah atas (SMA), sekira 16 - 19 tahun.
"Di bawah 19 tahun," terangnya.
Rojak mengatakan, ada dua alasan mengapa terjadi pernikahan dini, yang pertama karena orang tuanya takut terjadi perzinahan.
Alasan yang ke dua, karena married by accident (MBA) atau si perempuan sudah hamil duluan di luar nikah.
"Rata-rata karena terjadi accident, yang ke dua karena dikhawatirkan perzinahan akhirnya orang tuanya minta dinikahkan," ujarnya.