Tetangga Sebut Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif Selalu Dijaga Anggota Polisi Selama 24 Jam

Insiden teror bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, membuat tetangga di sekitar kediamannya heran.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif yang mendapat teror ancaman bom molotov pada Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Insiden teror bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, membuat tetangga di sekitar kediamannya heran.

Satu diantara tetangga yang tidak menduga insiden teror bom tersebut adalah Sofan (71), yang rumahnya hanya berjarak sekira 10 meter dari depan kediaman Laode.

Sofan menuturkan dirinya tidak mengetahui persis ketika pelemparan itu terjadi, karena memang kondisi di sekitar kediaman Laode terbilang sepi apabila sudah larut malam.

"Nggak tahu persis sih saya, memang sepi disini motor hanya satu atau dua saja paling yang lewat kalau sudah jam 00.00 WIB keatas," jelas Sofan di depan kediaman Laode di Jalan Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Lanjut Sofan, dirinya tak menyangka bahwa kediaman Laode menjadi sasaran teror pelemparan bom molotov oleh orang yang tak dikenal.

Sebab, menurut Sofan kediaman Laode setiap harinya selalu dijaga oleh anggota Kepolisi hingga 24 jam.

"Gak nyangka juga ya, sebab rumah Pak Laode selalu dijaga oleh petugas Kepolisian selama 24 jam," papar Sofan.

Sepengetahuan Sofan, ada empat petugas Kepolisian yang berjaga selama 24 jam di rumah Laode, dan dibagi menjadi dua shift yang mana setiap shiftnya diisi oleh dua orang petugas.

Teror di Rumah Laode M Syarif, Polisi: Ada Dua Bom, yang Satu Pecah dan Satu Lagi Tidak

TERPOPULER: Laode M Syarif Sebut Perilaku Koruptor Bukan Ajaran Agama, Ini Kata Fahri Hamzah

Sofan menuturkan, dirinya menduga petugas yang biasanya berjaga tersebut tengah berada di dalam rumah Laode ketika peristiwa pelemparan itu terjadi.

"Penjaga berada di dalam saat pelemparan sepertinya sih, logikanya begitu ya" kata Sofan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved