Pilpres 2019

JPPR Nilai Debat Perdana Pilpres 2019 Tidak Konkrit dan Konseptual

Hal ini diketahui setelah JPPR melakukan pemantauan di sejumlah media sosial seperti facebook, instagram dan lainnya.

JPPR Nilai Debat Perdana Pilpres 2019 Tidak Konkrit dan Konseptual
Kompas.com/Garry Lotulung
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 dan 2 Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga saat hadir dalam debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menilai bahwa debat calon presiden yang diselenggarakan beberapa hari yang lalu, yang seharusnya lebih konkrit dan konseptual, malah menyisakan banyak pertanyaan terhadap para pemilih.

Hal ini diketahui setelah JPPR melakukan pemantauan di sejumlah media sosial seperti facebook, instagram dan lainnya.

"Pasalnya, debat yang bertemakan persoalan hukum, hak asasi manusia, korupsi dan narkoba yang terjadi di Indonesia belum secara konkrit disampaikan oleh kedua calon presiden dan atau wakil presiden," ujar Manajer Pemantaun Seknas JPPR, Alwan Ola Riantoby lewat keterangan resmi yang diterima, Minggu (20/1/2019).

Menurutnya, usaha KPU memberikan kisi-kisi untuk para kandidat mempersiapkan dengan baik gagasan-gagasan kebangsaan yang akan disampaikan saat debat berlangsung, dinilai kurang berhasil.

"Yang terjadi, gagasan-gagasan yang disampaikan hanya bersifat umum, tidak konseptual, prinsipal bahkan wilayah teknis," ujar Alwan Ola Riantoby.

KPU Tidak Akan Beri Kisi-kisi di Debat Kedua Pilpres 2019

JPPR menganggap debat pertama ini menjadi evaluasi besar bagi KPU dan kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, untuk lebih matang mempersiapkan materi debat dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena, debat akan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat untuk mengenal visi-misi pasangan calon presiden dan wakilnya, dalam pemilu 2019.

"Agar tidak terjadi kejenuhan terhadap pemilih maka materi debat yang ideal akan membantu kepercayaan publik dalam berpartisipasi kembali di dalam pemilu 2019," ujar Alwan Ola Riantoby.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved