Ini Alasan Fogging Tak Efektif Basmi Nyamuk DBD
Fogging dinilai tak efektif membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya memicu Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Fogging dinilai tak efektif membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang gigitannya memicu Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal itu dikarenakan cepatnya perkembangbiakan nyamuk dan fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengatakan nyamuk dewasa dapat bertelur hingga 800, sehingga membunuh nyamuk dewasa tak menghentikan siklus hidup nyamuk.
"Siklusnya hidupnya cepat, setiap minggu. Satu nyamuk bisa bertelur sampai 800. Jadi kalau kita cuman membasmi nyamuk dewasanya, telur masih banyak," kata Novarita di Balaikota Depok, Rabu (30/1/2019).
Ratusan telur makhluk yang juga jadi pemicu penyakit Cikungunya itu dapat menetas jadi jentik nyamuk dalam hitungan satu atau dua hari.
Jentik-jentik nyamuk yang kerap ditemukan dalam rumah bakal jadi pupa lalu nyamuk dewasa dan nantinya kembali bertelur.
"Dalam satu atau dua hari telur bisa langsung menetas. Menetas jadi jentik, jentik jadi pupa, pupa jadi nyamuk dewasa lagi. Siklusnya cepat, setiap minggu," ujarnya.
Novarita menuturkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) lebih efektif dan murah karena dapat dilakukan secara mandiri tanpa bantuan orang lain.
• Pemkot Depok Jamin Ketersediaan Alat Fogging dan Cairan Insektisida Cegah Penyebaran DBD
• Musim Pemilu, Dinkes Kota Bekasi Minta Ketua RT/RW Hati-hati Tawaran Fogging Caleg
Dia mencontohkan fogging permintaan yang harus membutuhkan surat pengantar dari Rumah Sakit bahwa ada satu warga yang terjangkit DBD.
"Jadi yang lebih efektif adalah PSN, bukan fogging ya. Karena fogging cuman mematikan nyamuk dewasa. Sedangkan telur-telurnya itu enggak mati dengan fogging," tuturnya.