Dinas Kesehatan Masih Investigasi, Wali Kota Depok Sebut Warga yang Terjangkit DBD Menurun
Dia berharap lonjakan penderita DBD membuat warga Depok kembali menggalakan Pemantau Jentik (Jumantik) karena fogging hanya dapat membasmi nyamuk.
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Meski Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terhadap 68 terduga penderita demam berdarah dengue (DBD) dan 2 terduga korban jiwa DBD belum beres.
Wali Kota Depok M. Idris Abdul Shomad menyebut jumlah penderita DBD sudah menurun bila dibanding Januari lalu yang mencapai 436 penderita atau nyaris setengah dari jumlah kasus tahun 2018, yakni 892.
Idris mencontohkan jumlah penderita DBD di RSUD Depok yang turun dari 200 pasien ke 21, dan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serempak yang dinilai efektif membasmi nyamuk Aedes Aegypti.
"Sudah turun karena PSN serentak di 11 Kecamatan efektif. Di RSUD yang pasien tadinya 200 sekarang 21 orang. Terapinya masih ditangani, yang lain rawat jalan," kata Idris di Balaikota Depok, Rabu (6/2/2019).
• Anies Baswedan: Jakarta Selatan Lokasi Paling Banyak Terjangkit DBD
Menurutnya, penderita DBD di Depok pada Januari 2019 yang mencapai 436 penderita atau setengah dari jumlah penderita DBD tahun 2018, yakni 892 penderita merupakan satu pembelajaran.
Dia berharap lonjakan penderita DBD membuat warga Depok kembali menggalakan Pemantau Jentik (Jumantik) karena fogging hanya dapat membasmi nyamuk dewasa.
"Kasus DBD ini menjadi sebuah pembelajaran bagi kami tentang kondisi lingkungan setelah peralihan musim. Makanya kita buat gerakan PSN serentak di 11 kecamatan, gerakan Jumantik harus diaktifkan lagi," ujarnya.
• Penderita DBD Terus Melonjak, Dinkes Depok Sebar Bubuk Abate ke Puskesmas
Sebelumnya, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Provinsi Jawa Barat Widyawati mengatakan jumlah penderita DBD di Kota Depok merupakan yang terbanyak, yakni 319 penderita.
Namun Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Depok Umi Zakiyati mengatakan per Januari 2019 jumlah penderita DBD di Depok mencapai 436.
Jumlah tersebut belum termasuk 68 terduga penderita DBD, dan 2 terduga korban jiwa DBD yang hingga belum diketahui hasilnya karena masih menunggu PE.
"Data terakhir ada 504 pasien, tapi yang pasti penderita DBD 436. Sisanya atau 68 masih terduga penderita DBD. Memang ada dua yang meninggal, tapi belum bisa dipastikan itu penderita DBD. Kita perlu melakukan PE untuk memastikan," kata Umi, Senin (4/2/2019).
Meski PE sudah dilakukan sejak satu pekan lalu, Dinkes Depok belum dapat memastikan apa sebab meninggalnya dua warga yang enggan dirinci identitasnya.
Alasan PE yang dilakukan belum membuahkan hasil karena Dinkes Depok perlu waktu berkoordinasi dengan pihak RS swasta yang disebut Umi memiliki serangkaian prosedur.
"Kita masih melakukan PE, butuh waktu karena kita harus berkoordinasi dengan pihak RS. Nanti kalau hasilnya sudah keluar kita beritahu," ujarnya.