Rocky Gerung Beberkan Kritik Soal Jalan Tol di ILC, Ini Analisanya

Rocky Gerung menyatakan bahwa pembangunan tersebut memiliki banyak dampak tidak menguntungkan untuk masyarakat.

Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Rocky Gerung memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka kasus berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet, di Polda Metro Jaya, Selasa (4/12/2018) sekira pukul 11.00 WIB. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat Rocky Gerung menilai bahwa pembangunan jalan tol merugikan masyarakat dan membuat ekonomi masyarakat tidak meningkat.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bertajuk 'Yang Terjerat UU ITE: Buni Yani, Ahmad Dhani, Siapa Lagi?', Selasa (5/2/2019).

Rocky Gerung menilai bahwa pembangunan tol justru membuat kesenjangan antra warga.

Ia mengatakan seharusnya pembangunan jalan tol juga harus melihat keadaan yang dialami masyarakat sekitar pembangunan jalan tol.

"Jalan tol itu tidak mempersatukan justru membelah keakraban warga negara," jelas Rocky Gerung.

Kemudian, Rocky menilai bahwa keberadaan jalan tol justru merugikan masyarakat yang berjualan di pinggir jalan sehingga tidak meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Pak Jokowi bangga dari Jakarta sampai Solo 6 jam, maka bersatulah Indonesia karena jalan tol."

"Selama Pak Jokowi jalan selama 6 jam, ratusan warung Tegal tidak disinggahi oleh paspampres yang 200 dan rombongannya itu."

"Artinya tidak terjadi speal over of economy (peningkatan ekonomy) buat mereka," sambungnya.

Rocky Gerung menyatakan bahwa pembangunan tersebut memiliki banyak dampak tidak menguntungkan untuk masyarakat.

Menurutnya, dengan dibangunnya jalan tol, banyak para pengusaha daerah yang mengalami penurunan.

Sebab, Rocky Gerung beranggapan, para pengusaha daerah menjadi tidak dihampiri oleh para pengunjung lantaran adanya jalan tol.

"Pembatik di Pekalongan itu enggak punya penghasilan karena orang langsung pergi beli batik ke Solo, enggak mampir ke Pekalongan itu," ucap Rocky Gerung.

"Sate enak yang di Tegal itu tidak ada yang mampir itu."

"Jadi selalu ada reverse logic, upaya untuk mempromosikan prestasi itu."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved