Subsidi Trans Patriot Mencapai Rp 5 Miliar, Pemkot Kota Bekasi Dorong Pengelola Mampu Mandiri

Besaran anggran subsidi yang diberikan untuk Trans Patriot dikeluarkan sesuai perhitungan biaya operasional dengan besaran tarif yang diberlakukan.

Subsidi Trans Patriot Mencapai Rp 5 Miliar, Pemkot Kota Bekasi Dorong Pengelola Mampu Mandiri
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Bus Trans Patriot saat beroperasi di Terminal Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019 untuk Trans Patriot. Anggaran itu merupakan subsidi biaya operasional moda angkutan massal tersebut.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Sopandi Budiman, mengatakan, anggaran tersebut diharapkan dapat membantu pengelola mengembangkan Trans Patriot yang baru beroperasi November 2018 lalu.

"Untuk tahun ini kita anggarkan sebesar Rp 5 miliar untuk subsidi operasional Trans Patriot, tapi kedepan kita mendorong pengelola bisa mandiri dalam pembiayaan operasional, minimal tidak tergantung dengan subsidi," kata Sopandi.

Besaran anggran subsidi yang diberikan untuk Trans Patriot dikeluarkan sesuai perhitungan biaya operasional dengan besaran tarif yang diberlakukan. Sehingga diharapkan, subsidi itu cukup memenuhi kebutuhan pelayanan moda angkutan umum tersebut.

Nirwan Fauzi Kepala Divisi Trans Patriot pada Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) selaku pengelola angkutan masal tersebut mencatat, sejak beroperasi dengan diberlakukan tarif Rp 4000 per penumpang awal Januari lalu, pendapatan Trans Patriot hanya berkisar Rp 3,3 juta per hari atau Rp 1,08 miliar per tahun.

"Kalau biaya operasional kita sembilan armada itu Rp 18,9 juta per hari, jadi memang masih jauh dari biaya operasional pendapatan Trans Patriot untuk saat ini," kata Nirwan.

Jika dikalikan per tahun, biaya operasional yang diperlukan Trans Patriot dengan sembilan armada mencapai Rp 6,8 miliar.

Nirwan menjelaskan, selama diberlakukan tarif, pihaknya tidak menapik adanya penurunan jumlah penumpang jika dibanding saat masa uji coba operasional dimana, tarif masih digratiskan.

Jika pada saat masa uji coba, penumpang rata-rata mencapai 15-30 orang satu bus sekali trip. Kini, terjadi penurunan menjadi rata-rata 10 hingga 15 orang.

"Ada penurunan kerena diberlakukan (tarif), dulu sudah hampir 30 ternyata turun sampai 10-15. mudah mudahan nanti dengan semakin di kenal dengan masyarakat Insya Allah bisa meningkat," ungkap Nirwan.

Menurut dia, jika rata-rata penumpang 30 orang tiap bus sekali trip baru bisa dikatakan ideal untuk sebuah angkutan umum. Hal ini berpengaruh pada jumlah subsidi yang dikeluarkan Pemkot Bekasi untuk menunjang opersional Trans Patriot.

Pendapatan Bus Trans Patriot Hanya Rp 3,3 Juta Per Hari, Timpang Jika Dibandingkan Biaya Opersional

Penumpang Trans Patriot Menurun dari Rata-rata 30 orang Satu Kali Trip, Kini Hanya 15 Orang

Sistem Pembayaran Trans Patriot Bakal Terapkan Nontunai

"Nilai subsidinya masih besar, jadi lalau perencanaan semula kalo 30 (penumpang) subsidinya masih wajar, apalagi kalau nnti sudah di atas 60 orang subsidinya semakin kecil," tegas dia.

Kepala Divisi Humas PDMP Iqbal Daut mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan moda angkutan umum Trans Patriot. Disamping itu, pihaknya juga tengah merumuskan peluang bisnis melalui pemanfaatkan ruang-ruang armada bus untuk dijadikan ruang pemasangan iklan komersil.

"Kita terus merumuskan inovasi bisnis pada Trans Patriot, karena memang operasional Trans Patriot tidak bisa mengandalkan hanya dari subsidi, sebab itu juga bisa menimbulkan dampak, tapi yang penting kita selaku pengelola terus berupaya agar masyarakat bisa menikmati dan memanfaatkan Trans Patriot," tegas Iqbal.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved