Pilpres 2019

Singgung Soal Video yang Ungkap Kampanye Settingan Capres, Sudjiwo Tedjo Samakan dengan Iklan Sampo

Sudjiwo Tedjo membahas soal penyebaran video yang membongkar adegan settingan atau rekaan kedekatan rakyat dengan salah seorang capres-cawapres.

Singgung Soal Video yang Ungkap Kampanye Settingan Capres, Sudjiwo Tedjo Samakan dengan Iklan Sampo
Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab
Sandiaga Uno ajak selfie perempuan dari dalam mobilnya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Budayawan Sudjiwo Tedjo membahas soal penyebaran video yang membongkar adegan settingan atau rekaan kedekatan rakyat dengan salah seorang capres-cawapres.

Sudjiwo Tedjo juga menyinggung soal seorang wanita yang menangis histeris saat bertemu dengan capres pilihannnya saat kampanye.

Mantan jurnalis itu lantas menyamakan soal iklan sampo.

Diwartakan sebelumnya sempat beredar sebuah video yang mempelihatkan seorang wanita menangis menghampiri calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Wanita bertudung menyalami, melalui jendela, Sandiaga Uno yang sedang duduk di mobil.

"Kalau mau foto di sini," ujar Sandiaga Uno.

Wanita itu masih menangis lalu menimpalinya dan berkata, "Saya belum sempat foto sama bapak."

Sandiaga Uno lalu mengambil ponsel si perempuan itu lalu selfie bersamanya.

Sudjiwo Tedjo Singgung Doa dan Pilpres: Tanpa Usaha Kita Nonharga, Tapi Hasil Kumaha Tuhan Atuh

Romahurmuziy Ralat Doa Mbah Moen yang Sebut Nama Prabowo, Sudjiwo Tedjo: Doakan 1 Hatinya 2

TONTON JUGA

Si wanita tadi mengucap, "Sekali lagi ya."

Adegan wanita menangis meminta foto dengan Sandiaga Uno itu diduga hanya rekaan semata.

Pasalnya wanita tersebut yang belakangan diketahui bernama Imas Siti Masitoh adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Pendukung Prabowo-Sandi.

Sudjiwo Tedjo lantas bertanya tujuan dari penyebar video atau informasi yang mengungkap soal peristiwa rekaan tersebut.

Ragukan Harga Cincin Rp9 Miliar Hotman Paris, Sudjiwo Tedjo: Zaman Hoax Jangan Langsung Percaya

Sudjiwo Tedjo Bela Najwa Shihab dan Karni Ilyas Saat Disebut Tak Pantas Jadi Moderator: Kurang Tepat

"Buat apa ya nyebarin video-belakang-layar tentang settingan kedekatan capres/cawapres dengan rakyat yang histeris nangis-nangis dll?" tulis Sudjiwo Tedjo dikutip TribunJakarta.com dari media sosial, Twitter, pada Minggu (10/2/2019).

Pasalnya menurut Sudjiwo Tedjo tahu atau tidaknya masyarakat terhadap sebuah rekaan yang diciptakan salah satu capres-cawapres tak memiliki pengaruh sama sekali.

"Rakyat tahu/nggak bahwa itu settingan, gak ngaruh," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo menyamakan hal tersebut dengan model yang ada di iklan sampo.

Mulanya Tanpa Syarat Kini Abu Bakar Baasyir Bebas Pakai Syarat, Sudjiwo Tedjo: Aku Kudu Piye Mbah?

Megawati HUT ke-72, Sudjiwo Tedjo Kenang Kebersamaan 23 Tahun Lalu: Semoga Masih Bagai Sedia Kala

Ia menjelaskan meski sudah mengetahui model iklan itu menggunakan rambut palsu, namun masyarakat akan tetap membeli sampo tersebut.

"Rakyat juga tahu kok bintang iklan sampo rambutnya settingan agar indah dan belum tentu pakai sampo itu," tulis Sudjiwo Tedjo.

Sandiaga Uno Dikejar Fans Perempuan Lalu Histeris, Budiman Sudjatmiko: Saya Enggak Sefakir Itu

Budiman Sudjatmiko mengaku iri kepada calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno yang membuat fans perempuan sampai histeris.

Juru bicara TKN Jokowi-Maruf itu membuat pengakuan saat menjadi narasumber di Mata Najwa yang mengangkat tema Tancap Gas Jelang Pentas: Di Balik Viralnya Sandiwara Uno (Part 5).

Program ini tayang di YouTube Najwa Shihab pada Rabu (6/2/2019). 

Narasumber dari TKN Jokowi-Ma'ruf selain Budiman Sudjatmiko ada Irma Suryani Chaniago dan Dini Shanti Purwono, sementara di kubu BPN Prabowo-Sandi ada Muhammad Nasir Djamil, Miftah Sabri dan Faldo Maldini.

"Saya sebagai laki-laki harus iri kepada sandiwara Uno karena belum ada perempuan yang histeris kepada saya seperti dia," ucap Budiman Sudjatmiko.

Cerita Hotman Paris Menangisi Dua Perempuan Berharga: Diikuti Penyesalan dan Kebanggaan

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko, menjadi narasumber di Mata Najwa dalam tema,
Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Budiman Sudjatmiko, menjadi narasumber di Mata Najwa dalam tema, "Tancap Gas Jelang Pentas: Di Balik Viralnya Sandiwara Uno," (Part 5). (Tangakapan layar YouTube Najwa Shihab)

Budiman Sudjatmiko menyoal pengakuan berdasar potongan tayangan kampanye Sandiaga Uno yang dikejar-kejar ibu-ibu.

Di situ ada seorang perempuan bertudung menyalami, melalui jendela, Sandiaga Uno yang sedang duduk di mobil.

Keinginannya bisa selfie bareng Sandiaga Uno terwujud.

"Kalau mau foto di sini," ujar Sandiaga Uno.

Perempuan itu masih menangis lalu menimpalinya dan berkata, "Saya belum sempat foto sama bapak."

Sandiaga Uno lalu mengambil ponsel si perempuan itu lalu selfie bersamanya.

Si perempuan tadi mengucap, "Sekali lagi ya."

Berikutnya muncul potongan berita online mempertanyakan apakah benar perempuan tadi adalah kader PAN.

Ada juga foto di satu forum perempuan yang sama sedang selfie dengan latar Sandiaga Uno sedang duduk bersila di panggung.

Di dada kiri perempuan bertudung itu tersemat pin foto Prabowo-Sandi yang sekelilingnya tertulis: "Jawa Barat memilih Prabowo-Sandi."

Beres tayangan pembuka, host Najwa Shihab lalu bertanya kepada narasumber dari TKN Jokowi-Ma'ruf untuk membuktikan jika Sandiaga Uno bersandiwara dalam kampanyenya.

Budiman Sudjatmiko mengawali menjawab pertanyaan Najwa Shihab dan membuat pengakuan di atas.

Sandiaga Uno ajak selfie perempuan dari dalam mobilnya.
Sandiaga Uno ajak selfie perempuan dari dalam mobilnya. (Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab)

Ia tersadar dan menyebut perempuan itu ternyata orang yang sudah lama kenal Sandiaga Uno tapi seolah-olah pengagum beratnya.

Politikus PDI Perjuangan ini membuat sindiran tak akan melakukan hal sama kepada orang yang sudah dikenalnya kemudian mendekatinya sambil histeris.

"Saya kok enggak sefakir-fakir itu amat untuk menyuruh orang yang sudah lama saya kenal untuk meminta histeris kepada saya. Saya batalkan apresiasi rasa iri saya kepada dia," aku Budiman Sudjatmiko.

Najwa Shihab bereaksi lalu bertanya apakah Budiman Sudjatmiko menuding Sandiaga Uno bersandiwara.

Budiman Sudjatmiko kemudian memberikan analisis kedua.

Berdasarkan foto tersebut, ia menilai si perempuan dan Sandiaga Uno seperti sudah lama kenal sebelum si perempuan histeris dan mengejar-ngejar biar bisa selfie bareng Sandiaga Uno.

"Seolah dia melewati perjuangan luar biasa, menangis dan kemudian minta foto. Padahal orang itu sudah biasa di forum satu ruangan," terang Budiman Sudjatmiko.

Menurut dia, apa yang Sandiaga Uno lakukan tidak genuine atau murni dalam kampanye.

"Sesuatu kecintaan yang tidak genuine menurut saya itu palsu, racun," beber dia.

Dini Shanti Purwono, jubir TKN Jokowi-Ma'ruf ikut menimpali.

Menurut politikus PSI ini apa yang dilakukan Sandiaga Uno untuk meningkatkan kesadaran publik kepada dirinya sebagai cawapres.

"Di politik kita butuh awareness kemudian menjadi elektabilitas kan. Kalau orang enggak kenal kita bagaimana bisa pilih," ucap Dini Shanti Purwono.

"Jadi itu memang salah satu cara Bang Sandi untuk meningkatkan awareness kepada dia," tambah dia.

Kalau memang Sandiaga Uno bersandiwara, Najwa Shihab lalu meminta komentar Budiman Sudjatmiko.

"Tujuannya pertama popularitas di tengah tidak adanya prestasi, di tengah tidak adanya ide orisinial. Hanya ingin mencari kehebohan Jadi orang-orang yang ingin menjadi pahlawan palsu, dan menciptakan fans-fans palsu untuk sebuah," kata Budiman Sudjatmiko.

Nasir Djamil dari kubu BPN Prabowo-Sandi tak sepakat dengan analisis Budiman Sudjatmiko tersebut.

"Sandiaga bukan tipikal orang seperti itu menurut saya," ucap politikus PKS ini.

Miftah Sabri kemudian turut menimpali dan membantah analisis Budiman Sudjatmiko.

Ia mengawalinya dengan menyindir Budiman Sudjatmiko yang sezaman dengan Sandiaga Uno tapi beda nasib.

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Miftah Sabri, menjadi narasumber di Mata Najwa dalam tema,
Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Miftah Sabri, menjadi narasumber di Mata Najwa dalam tema, "Tancap Gas Jelang Pentas: Di Balik Viralnya Sandiwara Uno," (Part 5). (Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab)

"Inilah menariknya. Bang Sandi dan Mas Budiman ini satu generasi teman-teman. Tapi di BPN generasinya sudah jadi wapres. Kalau Mas Budiman ngadepin kita jadi jubir," sindir Miftah Sabri langsung disambut tawa penonton di studio.

Menurut Miftah, foto pertama tentang perempuan yang mengejar Sandiaga Uno agar bisa selfie memang sungguh-sungguh.

"Dia mencoba selfie beberapa kali enggak bisa ketemu. Kalau fans sama idola seperti itu," aku Miftah Sabri.

Ia pun pernah mengalami itu ketika turun ke daerah pemilihannya, menyadari ada fansnya ingini selfie dari jarak dekat tapi tak bisa.

"Setelah dicoba pertama enggak dapat, kedua enggak depat, ketiga enggak dapat kan kelihatan dari jauh. Ketika bisa menghampir dengan jarak privat di mobilnya muncullah histeria," jelas Miftah Sabri.

"Sama seperti teman-teman artis K-Pop datang ke jakarta. Kalau dia baru keluar selfie. Begitu dekat mobilnya akhirnya histeris. Jadi itu bukan sandiwara," dia menambahkan.

Miftah Sabri mengaku istilah Sandiwara Uno berawal dari tagar di media sosial yang kemudian digoreng oleh mereka yang berafiliasi dengan pendukung nomor satu.

"Akhirnya diamplifikasi. Saya sebut saja Bang Erick Tohir sahabat Bang Sandi," tegas dia.

Tonton selengkapnya di sini:

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved