VIDEO Komunitas Rusabesi Membaca Dunia Siber: Mati Sebagai Manusia Atau Abadi sebagai Data

Komunitas sastra dan budaya, Rusabesi mencoba membaca fenomena dunia siber yang sedang berlangsung saat ini.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Komunitas sastra dan budaya, Rusabesi mencoba membaca fenomena dunia siber yang sedang berlangsung saat ini.

Dalam rangka peringatan ulang tahunnya yang ke empat itu, Rusabesi mengusung tema 'Mati Sebagai Manusia atau Abadi Sebagai Data'.

Sejumlah anggota Rusabesi mengejawantahkan tema tersebut dalam pameran berbagai karya seni, dari mulai instalasi, fotografi, visual, pertunjukan, musik, videografi dan sastra lewat pembacaan puisi.

Selain pameran, ada juga empat sesi diskusi dengan pembicara penulis buku dari anggota Rusabesi maupun bukan, dan budayawan Afrizal Malna.

"Tema yang kali ini kita angkat itu adalah 'Mati sebagai manusia atau abadi sebagai data'. Ini adalah sebagai upaya membaca fenomena dunia siber," papar Vinny, ketua pelaksana acara yang diadakan di Gudskul, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2019) itu.

"Jadi kan kita sekarang hidup di era modernisasi juga, kita sebagai manusia itu sangat lekat sekali dengan yang namanya teknologi digital, seperti handphone dan laptop atau segala macamnya. Kita ingin melihat fenomena itu, upaya kita melihat fenomena yang terlalu bergantungan dengan digital itu di dalam sebuah karya," katanya.

Kehidupan siber terlihat jelas dari karya inatalasi, visual dan fotografi yang dipamerkan dalam kaleng kontainer itu.

Pantauan TribunJakarta.com, sejumlah karya menampilkan handphone dan komputer sebagai pelantang wacana meraka.

Seperti pada seni visual Gita Irawan, ia mengirimkan tangkapan layar ponselnya yang bergambar google map dengan tujuan Tuhan.

Dalam visual yang dibingkai dalam pigura kaca tersebut, Gita seperti hendak mengatakan di era saat ini bahkan jalan menuju Tuhan, dicari menggunakan ponsel.

Ryuji Utomo Diam-Diam Penggemar Buku Sastra dan Suka Menulis, Ingin Buat Buku Autobiografi

Bosan Jadi Tanggungan Orang Lain, Sastrawan NH Dini Pilih Profesi Pramugari

Selain itu, Aji Akasyah menampilkan karya seni instalasi dengan bayi yang pusernya tersambung dengan layar komputer.

Instalasi yang berjudul "Hi, tell me about the world" itu seperti menggambarkan tumbuh kembang manusia saat ini yang mendapat berbagai asupan dari layar komputer.

Selain Gita dan Aji, masih banyak karya lainnya dari anggota komunitas yang bermarkas di Ciputat, Tangerang Selatan.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved