Wali Kelas Bantah Aniaya Muridnya yang Berkebutuhan Khusus di Bekasi: Itu Fitnah yang Keji

Dia mengaku tidak pernah melakukan kekerasan dalam mendidik anak muridnya di kelas selama 15 tahun menjadi guru.

Wali Kelas Bantah Aniaya Muridnya yang Berkebutuhan Khusus di Bekasi: Itu Fitnah yang Keji
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kaki JMH yang mengalami luka lebam diduga akibat penganiayaan guru 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI- Wali Kelas JMH, inisial HR (40) mengatakan, tuduhan terhadap dirinya sebagai terduga penganiaya JMH di Sekolah Dasar (SD) Islam Al-Fajri, Jakasampurna, Kota Bekasi merupakan fitnah yang keji.

Dia mengaku tidak pernah melakukan kekerasan dalam mendidik anak muridnya di kelas selama 15 tahun menjadi guru.

"Saya menyangkal (tuduhan), itu fitnah yang keji kalau menurut saya. Saya di sini sudah 15 tahun, sejak 2005 saya mengajar di sini," kata HR di SD Islam Al-Fajri, Selasa (12/2/2019).

HR pun mengenal JMH yang merupakan anak berkebutuhan khusus sebagai anak yang baik dan ceria di kelas.

Dia pun menyebut bahwa luka lebam yang diderita JMH ialah karena jatuh dari tangga pada Kamis (7/2/2019).

"Dia (JMH) cukup baik, ini termasuk anak ABK (anak berkebutuhan khusus) yang baik, karena dia (JMH) bisa membaca dan menulis, berbeda dengan ABK lain di kelas saya yang harus saya dampingi," ujar HR.

Sebelumnya diberitakan, JMH (11) mengalami luka lebam pada bagian kakinya usai diduga dianiaya gurunya berinisial HR di Sekolah Dasar (SD) Islam Al-Fajri pada Kamis lalu.

Hal itu diketahui ayah JMH bernama M Sugih saat melihat ada luka lebam pada kaki anaknya. Dia langsung membawa JMH ke rumah sakit untuk mengecek luka tersebut.

"Saya bawa ke RS dia mau. Dapat lah hasil dari RS, benturan benda tumpul, merah-merah atau gimana, tapi bukan visum," ujar Sugih.

Tuduhan itu pun juga dibantah pihak sekolah, bahwa luka lebam JMH karena jatuh dari tangga usai bercanda dengan temannya.

Anaknya Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Vicky Shu Sampaikan Permohonan Maaf

Pihak Sekolah Sebut Luka Lebam Anak Berkebutuhan Khusus Akibat Terjatuh Dari Tangga

Pada Jumat (8/2/2019), Sugih pun mendatangi pihak sekolah untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Namun, pihak sekolah menyangkal bahwa HR telah menganiaya JMH.

Sugih sudah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke pihak kepolisian. Kini, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Wali Kelas Bantah Aniaya Muridnya yang Berkebutuhan Khusus di Bekasi

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved