Dinilai Kurang Menguasai Soal Tata Kelola Keuangan, Jadi Alasan Abdurrahman Suhaimi Gugur

Dua dari tiga nama kadidat yang lolos adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, sedangkan Abdurrahman Suhaimi terpental.

Dinilai Kurang Menguasai Soal Tata Kelola Keuangan, Jadi Alasan Abdurrahman Suhaimi Gugur
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tim panelis fit and proper test telah merekomendasikan dua dari tiga nama yang bakal maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno.

Dua dari tiga nama kadidat yang lolos adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, sedangkan Abdurrahman Suhaimi terpental.

Salah satu anggota tim fit and proper test Ubedillah Badrun mengatakan, alasan tak merekomendasikan Abdurrahman Suhaimi karena beranggapan Ketua Komis B DPRD DKI ini tidak menguasi Tata Kelola Keuangan.

Sebab, Abdurrahman Suhaimi berlatar belakang pendidikan Agama, sedangkan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto memiliki latar belakang sebagai auditor keuangan.

"Sebetulnya pengalaman pada tata kelola keuangan itu penting, mereka (Agung dan Syaikhu) latar belakangnya auditor, jadi ketelitiannya tidak diragukan. Itu yang penting dan ada di dua orang itu," ujar Ubedillah saat dikonfirmasi, Rabu (13/2/2019).

Abdurrahman Suhaimi Gugur, Ini Dua Nama yang Direkomenasikan PKS Jadi Wakil Gubernur DKI

Tak hanya itu, ia menilai Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu juga mumpuni di bidang ekonomi, sebab keduanya telah terbukti menekuni berbagai jenis bisnis dan dirasa mampu mengelola isu ekonomi di Jakarta, sehingga apabila terpilih menjadi cawagub tak diragukan.

"Kemudian juga pengalaman jadi eksekutor, mereka (Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu) juga memiliki pengalaman pada bisnis di Jakarta, isu-isu ekonomi juga menjadi perhatian kami. Sementara Pak Abdurrahman Suhaimi kan latar belakangnya pendidikan agama, ya jadi saya kira itu lah," beber Ubedillah.

Saat ini, kedua partai pengusung cawagub DKI, PKS dan Partai Gerindara, masih melakukan pendalaman atas hasil rekomendasi tim fit and proper test ini.

Lantaran harus melakukan pendalam hasil rekomendasi ini, maka penyerahan nama cawagub ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, molor dari Jadwal yang telah disepakati awalnya pada 11 Februari 2019. (Anggie Lianda Putri)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Penyebab Abdurrahman Suhaimi Terpental dari Bursa Cawagub DKI

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved