Pemilik Tempat Penitipan Motor Ini Kapok Saat 4 Motor Titipan Orang Diamankan Petugas

Empat motor itu diangkut dari tempat penitipan motor yang melebihi kapasitas penitipan hingga parkir di atas trotoar.

Pemilik Tempat Penitipan Motor Ini Kapok Saat 4 Motor Titipan Orang Diamankan Petugas
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Sejumlah motor diangkut ke truk Satpol PP di Jalan M Kahfi II, Srengseng Sawah, Jagakarsa pada Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Petugas gabungan dari Kecamatan Jagakarsa mengangkut 4 motor yang parkir sembarangan di atas trotoar Jalan M. Kahfi II, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Empat motor itu diangkut dari tempat penitipan motor yang melebihi kapasitas penitipan hingga parkir di atas trotoar.

Akibatnya, ruang bagi para pejalan kaki yang melintas terhalang dengan adanya motor itu.

Pemilik tempat penitipan motor, Zaenal hanya bisa meratapi motor-motor tersebut diangkut ke truk Satpol PP dan dibawa menuju Kantor Kecamatan Jagakarsa.

Zaenal merasa kapok lantaran dirinya memperbolehkan motor orang lain parkir di atas trotoar.

"Ada motor anak sekolah, pedagang, sama orang kantoran juga yang diangkut. Saya kapok," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (13/2/2019) di lokasi.

Kendati taat membayar retribusi setiap bulan, Zaenal tetap melanggar aturan yang berlaku.

"Kapasitas tempat penitipan motor ini maksimal 30 motor. Tapi dilebihkan ke atas trotoar karena bisa dapat 50 motor yang parkir," tambahnya.

Sekretaris Camat Jagakarsa, Mundari menuturkan sebanyak tiga tempat penitipan motor berada di jalan tersebut.

Namun, hanya satu tempat penitipan motor milik Zaenal yang melanggar aturan lantaran memperbolehkan pengunjung parkir di atas trotoar.

"Sudah kita peringatkan jangan menggunakan trotoar untuk parkir tapi masih tetap dilakukan di atas trotoar sehingga kita angkut," katanya.

Nantinya para pemilik motor yang diangkut bisa mengambil di Kantor Kecamatan dengan membuat surat pernyataan.

"Nanti pemilik kendaraan ke kantor Kecamatan membuat surat pernyataan bahwa dia tidak lagi memarkirkan kendaraan di atas trotoar. Belun ada denda masih tahap edukasi aja," tambahnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved