Tahun Ini Pemkot Depok Gagal Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo

Idris menuturkan TPPAS Lulut-Nambo yang dikelola Pemprov Jabar tak dapat digunakan selama pembangunan mesin pencacah belum rampung.

Tahun Ini Pemkot Depok Gagal Buang Sampah ke TPPAS Lulut-Nambo
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Sawangan, Depok, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Meski sudah menganggarkan Rp11 miliar, Pemkot Depok harus bersabar untuk dapat membuang 300 ton sampah produksi warganya per hari ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo.

Pasalnya pembangunan mesin pengelolaan waste to energy yang dapat mengolah sampah jadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara itu baru beres akhir tahun ini.

"Bukan gagal, ditunda. Pembangunan fisik untuk mesin pengelolaan waste to energy baru selesai akhir tahun 2019 ini," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Sawangan, Depok, Rabu (13/2/2019).

Idris menuturkan TPPAS Lulut-Nambo yang dikelola Pemprov Jabar tak dapat digunakan selama pembangunan mesin pencacah belum rampung.

Pun pada Desember 2018 lalu Gubernur Provinsi Jabar Ridwan Kamil sudah melakukan groundbreaking TPPAS Lulut-Nambo.

"Sesuai dengan Perda yang ada TPA Nambo baru bisa dimanfaatkan kalau mesin pencacah itu sudah selesai. Ini permasalahannya," ujarnya.

Menurutnya ada hal yang kurang teliti dalam perjanjian antara Pemprov Jabar selaku pengelola dengan perusahaan yang menangani pembuatan mesin.

Meski ditunda, Idris optimis upaya mengurangi beban TPA Cipayung yang sejak lama kelebihan kapasitas dapat berlangsung karena sudah menandatangani nota kesepahaman.

"Jadi kemarin kurang teliti dalam perjanjian. Jadi perusahaan sudah menjajikan sumur yang ada digunakan untuk pembuangan sampah empat wilayah. Itu janjinya, dan itu tertuang dalam MoU. Makannya kita optimis," tuturnya.

Sebelumnya, Idris yang ikut menghadiri peletakan batu pertama TPPAS Lulut-Nambo mengatakan mulai awal tahun 2019 Pemkot Depok dapat membuang sampah ke TPPAS Lulut-Nambo.

"Perjanjian kita dengan Provinsi Jawa Barat bisa digunakan awal 2019. Depok mendapat sekitar 300 ton per hari, Alhamdulilah saya sudah laporkan ke pak Gubernur (Ridwan Kamil)," kata Idris di Pancoran Mas, Depok, Jumat (21/12/2018).

Selain Depok, TPPAS Lulut-Nambo juga bakal menampung sampah Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Tangerang Selatan dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.800 ton per hari.

TPPAS Lulut-Nambo mengadopsi teknologi mechanical biological treatment (MBT), di mana sampah diolah untuk menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara atau refuse derived fuel (RDF) yang digunakan oleh industri semen.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved