Sebanyak 92 RW di Jakarta Barat Dikategorikan Kumuh, Mayoritas di Tambora dan Cengkareng

Indikator yang menjadikan wilayah dikategorikan kumuh antara lain mulai dari kepadatan penduduk hingga tatak letak bangunan di suatu wilayah.

Sebanyak 92 RW di Jakarta Barat Dikategorikan Kumuh, Mayoritas di Tambora dan Cengkareng
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi kawasan kumuh di Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat mencatat ada 92 RW yang dikategorikan sebagai wilayah kumuh.

Adapun jumlah total RW yang ada di Jakarta Barat yaitu sekitar 586 RW dari 56 kelurahan dan delapan kecamatan yang ada.

Hal tersebut merujuk pada indikator wilayah kumuh yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat, Suharyanti mengatakan, indikator yang menjadikan wilayah dikategorikan kumuh antara lain mulai dari kepadatan penduduk hingga tata letak bangunan di suatu wilayah.

"Jadi kita kan berpedoman pada BPS RW kumuh yang dikeluarkan oleh kantor BPS Provinsi itu ada 11 indikator RW kumuh itu ada tata letak bangunan, kepadatan penduduk, ada persampahan ada cara membuang sampah, ada sanitasi, ada jalan lingkungan, pencahayaan rumah itu termasuk," kata Suharyanti, Kamis (14/2/2019).

Suharyanti mengatakan, dari semua indikator tersebut wilayah Kecamatan Tambora dan Cengkareng menjadi yang terbanyak memiliki RW kumuh.

Banyaknya RW kumuh di Tambora dan Cengkareng tersebut, lanjut Suharyanti, lantaran dua wilayah itu memiliki jumlah penduduk yang padat. Selain itu juga banyak tata letak bangunan yang tidak sesuai.

"Tambora sama Cengkareng memang iya paling banyak di sana. Di Tambora itu delapan kelurahan semuanya ada. Kalau di Cengkareng cuma 6 kelurahan. Mayoritas di Tambora dan Cengkareng," tutur Suharyanti.

Suharyanti mengatakan, pihaknya pun sudah melakukan pengkajian terhadap puluhan RW kumuh tersebut. Untuk nantinya ditindak lanjuti dengan dilakukan penataan.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved