Pilpres 2019
Ramai Soal Nabi Musa Sulaiman di Medsos, Ini Ucapan Prabowo Sebenarnya di Grobogan
Calon presiden 02 Prabowo Subianto menyebut tongkat Nabi Sulaiman dan Nabi Musa terkait pemberantasan korupsi dan kebocoran kekayaan di Indonesia.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Rr Dewi Kartika H
Di awal pidatonya, agar dirinya dan Sandiaga terpilih di Pilpres 2019, Prabowo meminta dukungan warga Grobogan.
"Saya berharap, saya menghimbau, saya mengajak kita semua, kalau kau ke sini, kalau kau sungguh-sungguh, kalau kau benar-benar dari hatimu ingin perubahan di negara ini, kalau kau ingin perbaikan di negara ini saudara sekali saya mohon dari sekarang sampai tanggal 17, 61 hari lagi kalian harus turun di lingkunganmyu masing-masing, di RT masing-masing, ajak seluruh kerabatmu, suruh saudara-saudaramu, seluruhnya,"
"Kawan-kawanmu, ponakan-ponakanmu, ipar-iparmu, mantu-mantumu, besan-besanmu semuanya saja, sadarkan, beritahu kekayaan kita diambil terus, sekarang kita harus hentikan itu, kitaharus memilih pemerintah yang bersih dari korupsi saudara sekalian," ucap Prabowo.
Kemana pun berkeliling, Prabowo bersaksi dan bersumpah di depan rakyat akan mengawal pemerintahannya bersih dari korupsi.
"Kami akan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Tapi kami akan berusaha menghilangkan korupsi pakai konsep tidak hanya pakai teriak-teriak," ujar dia.
Tonton selengkapnya di sini:
Bakal soroti kedaulatan pangan
Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Zulkifli Hasan, buka suara terkait persiapan debat pilpres kedua yang akan digelar 17 Februari 2019.
Menurutnya, pasangan calon (paslon) 02 itu akan lebih banyak membahas mengenai kedaulatan pangan.
Pasalnya, kedaulatan pangan merupakan unsur utama kesejahteraan.
"Yang paling penting itu lingkungan dan pangan. Saya mengatakan, bangsa itu akan adil, bangsa itu bisa setara demokrasinya, bisa berkualitas, rakyatnya bisa berprestasi, bisa bagus kalau pangannya berdaulat. Itu syarat paling mendasar di seluruh dunia di mana pun," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).
"Kalau kita pangannya belum bisa berdaulat, masih belum, nggak mungkin bisa berlaku adil, tidak bisa menjadi negara maju dan tidak bisa menjadi negara besar," imbuhnya.
Lebih lanjut, ketua MPR RI itu juga mengatakan Prabowo-Sandi akan menekankan pentingnya pengelolaan energi yang baik.
Indonesia memiliki banyak sumber daya energi, maka dari itu, dibutuhkan pengelolaan yang baik agar Indonesia juga mampu berdaulat di bidang energi.
"Jadi artinya kalau pangan enggak berdaulat, energi enggak berdaulat, sulit itu," pungkas Zulkifli.
Debat kedua akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta pada 17 Februari 2019 dengan mengusung tema energi, pangan, infrastruktur, sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
Debat kedua hanya akan dijalani para capres yakni capres 01 Joko Widodo dan capres 02 Prabowo Subianto.