Kisah Pengusaha Kerupuk Ikut Lomba Lari Maraton Mulai Jepang Hingga Puncak Mont Blanc Perancis

Sejak tahun 2014, Wiliam (32) telah menggeluti dunia lari dengan mengikuti berbagai ajang lari maraton nasional maupun internasional.

Kisah Pengusaha Kerupuk Ikut Lomba Lari Maraton Mulai Jepang Hingga Puncak Mont Blanc Perancis
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Wiliam, Pelari yang meraih juara pertama di Kompas Tambora Challenge 2018 pada Minggu (24/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Sejak tahun 2014, Wiliam (32) telah menggeluti dunia lari dengan mengikuti berbagai ajang lari maraton nasional maupun internasional.

Sebanyak tiga kali, ia pernah menjejaki kakinya di tiga negara berbeda untuk berlari mulai dari Jepang, Malaysia hingga Prancis.

Namun bagi Wiliam, lomba yang cukup menguras isi kocek tatkala ia menjajal rute perjalanan dingin di gunung tertinggi se-Eropa Barat, Mont Blanc, Prancis.

Sebab, Wiliam harus mempersiapkan perlengkapan lari serta akomodasi yang terbilang mahal.

"Di antara Jepang, Malaysia, dan Mont Blanc. Memang yang paling mahal yang terakhir. Kalau dijumlahkan itu sekira Rp 40 juta termasuk gear, tiket dan penginapan di sana. Untuk di sana aja saya beli jaket yang harganya sekira Rp 2 juta," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Minggu (24/2/2019) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pria peraih juara pertama lari ultra marathon Kompas Tambora Challenge 2018 itu mampu menembus dinginnya cuaca saat itu.

"Saya berlari sekira 168 km di rute itu (Mont Blanc). Di Mont Blanc itu minus cuacanya. Kalau kita di tropis kemudian jumpa yang enggak terlalu dingin seperti di Jepang atau Hongkong kita enggak mudah dehidrasi tapi kalau di sana (Mont Blanc) beda," ungkapnya.

Cerita William, Juara Ultra Marathon Lintas Sumbawa Berlari Selama 2 Hari Hanya Tidur 1 Jam

Jelang Lari di Sumbawa, Peserta Kompas Tambora Challenge 2019 Lari Keliling Senayan

Pria yang kini meneruskan usaha orangtuanya menjadi pengusaha kerupuk merah putih itu telah menorehkan prestasi membanggakan.

"Selama mengikuti ajang lari di berbagai acara, Saya pernah juara dua maraton di Malaysia, sedangkan ultra maraton juara pertama di Sumbawa tahun 2018 silam," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved